Suara.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) menggelar pekan PIRN XX yang dilaksanakan pada 11-16 Juli 2022 di Nusa Tenggara Barat. Pekan Pemuda Ilmiah Riset dan Inovasi (PIRN) XX mendukung lahirnya ilmuwan muda di Indonesia dengan hasil riset berkualitas.
PIRN merupakan kegiatan ilmiah di lapangan terbuka yang berorientasi pada penelitian yang mencakup bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, serta bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknik Rekayasa bagi siswa setingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) serta guru pembimbing.
Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.
"Materi-materi seperti pengayaan, metode penelitian, pelatihan riset lapangan dan penelitian di laboratorium yang disampaikan di dalam kegiatan ini saya yakin akan mendorong lahirnya para ilmuwan dan periset muda yang mampu melahirkan kajian-kajian berkualitas," katanya dalam Pembukaan PIRN XX di Gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin.
Mendikbudristek berharap agar talenta muda yang menjadi peserta PIRN XX mampu menawarkan cara-cara cerdas dan inovatif dalam mengembangkan potensi alam dan budaya Indonesia yang sangat kaya untuk mendukung ekonomi hijau dan biru.
Ia memotivasi para peserta untuk memanfaatkan PIRN XX semaksimal mungkin dalam menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, bereksperimen serta berinovasi.
"Jadilah ilmuwan yang cerdas untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan dan teruslah semangat untuk bergerak serentak mewujudkan merdeka belajar," katanya.
Mendikbudristek menekankan kualitas hasil riset harus ditingkatkan sehingga tidak hanya mengejar kuantitas atau capaian jumlah.
Pada 2021, Indonesia menduduki posisi ke-20 dari 232 negara di seluruh dunia dengan total publikasi mendekati 50.000 artikel riset.
Baca Juga: Bukan Cuma Dihafal, 6 Profil Pelajar Pancasila Juga Penting untuk Diterapkan Dalam Kehidupan
"Kita tidak bisa cuma membahas tentang jumlah, kita harus mempertimbangkan kualitas dari riset tersebut mulai dari metodologi yang digunakan, cara menganalisis data sampai mempresentasikan temuan penelitian," katanya.
Selain kualitas hasil riset, ia juga mengatakan yang penting juga adalah dampak dari riset yang dilakukan agar bisa mendukung perkembangan ilmu pengetahuan atau melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi orang banyak.
"Melalui gerakan Merdeka Belajar, kami di Kemendikbudristek saat ini terus memprioritaskan upaya penguatan ekosistem riset di satuan pendidikan," kata Nadiem Makarim.
Pekan PIRN XX dilaksanakan pada 11-16 Juli 2022 di Nusa Tenggara Barat, melalui kerja sama Direktorat Manajemen Talenta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Sebanyak 409 orang mengikuti PIRN XX, yang terdiri dari 102 guru, 207 siswa dari 28 provinsi di Indonesia, serta 100 mahasiswa dari Nusa Tenggara Barat.
Di Pekan PIRN, para talenta muda langsung dibimbing oleh para peneliti di BRIN untuk melakukan penelitian dan diarahkan untuk menanamkan sikap dan perilaku berwawasan ilmiah, rasa ingin tahu ilmiah, dan pendekatan ilmiah. (Antara)
Berita Terkait
-
Tak Harus Jadi Peneliti: Mengapa Karier di Bidang Lingkungan Kini Semakin Terbuka untuk Anak Muda?
-
Pakar Hukum: Klaim Nadiem Tak Ada Mens Rea Runtuh sejak Hadir di Rapat Zoom Mei 2020
-
Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan
-
Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung
-
Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
-
PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2025
-
Heboh Mobil Terpasang Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Dituding Terlibat Aktor Politik Praktis
-
Al-Qaqa Ibn Antar, Spiderman Yaman Tewas Mengenaskan di Kawah Hardah
-
Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon
-
KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya
-
Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon
-
KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun
-
Sasar Pekerja Billboard, Tukang Cat Duko di Salemba Diciduk usai Aksi Pemerasannya Viral
-
WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi