Suara.com - Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Bappilu PDIP) Bambang Wuryanto mengungkapkan, ada pihak yang pernah lupa atas kewenangan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum partai tersebut.
Sebagai Ketum PDIP, dikatakan Bambang, Megawati memegang formatur tunggal. Salah satu kewenangan yang dimiliki ialah menentukan capres dan cawapres yang diusung partai berlambang banteng moncong putih pada Pilpres 2024.
Namun dalam perjalannya, kewenangan yang diberikan kepada Megawati di momen kongres itu dilupakan sejumlah pihak. Karena itu, momentum Rakernas II pada Juni lalu menjadi ajang bagi partai dalam mengingatkan pihak terkait akan kewenangan Megawati.
"Kewenangan inipun juga ada yang dianggap mulai agak lupa, di-refresh kembali melalui rakernas," kata Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (31/8/2022).
Bambang tidak mendetailkan siapa pihak yang dimaksud. Ia hanya mencontohkan sikap lupa atas kewenangan Megawati itu ditunjukan lewat deklarasi capres yang dilakukan struktur partai.
Padahal sudah sangat jelas, siapa capres dan cawapres merupakan urusan Megawati selaku ketum.
"Ada yang lupa contohnya ada struktur partai PDIP perjuangan mendeklarasikan salah seorang capres," ujar Bambang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 7 Sabun Muka Mengandung Kolagen untuk Usia 50-an, Bikin Kulit Tetap Kencang
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
Pilihan
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
Terkini
-
Bercak Darah di Pohon Jadi Saksi Bisu, Ini Kronologi Aktor Gary Iskak Tewas dalam Kecelakaan Maut
-
Polri Buka Posko Bantuan Bencana Demi Pastikan Donasi Tepat Sasaran, Ini Call Center dan Alamatnya
-
Gasak Empat Ponsel, Joki dan Eksekutor Pencuri Rumah Kosong di Mampang Keok Diciduk Resmob!
-
Driver Taksi Rudapaksa Penumpang, DPR: Negara Tak Boleh Biarkan Perempuan Hidup Dalam Rasa Tak Aman
-
BPJS Kesehatan Butuh Dukungan Banyak Pihak untuk Mencegah Terjadinya Fraud JKN
-
Update Terbaru Banjir Bandang dan Longsor Agam: 86 Orang Meninggal, 88 Orang Hilang, 2.500 Mengungsi
-
Program JKN Sukses, Delegasi Afrika Datangi BPJS Kesehatan untuk Belajar
-
Tangguh Jaga Inflasi 2025, Pemprov Jateng Pertahankan Prestasi TPID Terbaik Tingkat Provinsi
-
Longsor Susulan di Silaiang Bawah, 1 Prajurit TNI AD Gugur dan 2 Hilang saat Evakuasi!
-
Antrean Bansos Mengular, Gus Ipul 'Semprot' PT Pos: Lansia-Disabilitas Jangan Ikut Berdesakan