Suara.com - Kasus pembunhan berencana terhadap Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih menyisakan kesedihan bagi keluarganya yang ditinggalkan.
Kasus tersebut telah bergulir hampir tiga bulan lamanya, namun hingga kini belum juga tuntas. Polisi seperti kesulitan mengungkap kasus ini, meski telah menetapkan sejumlah tersangka.
Melihat rumitnya perjalanan kasus ini, pihak keluarga Brigadir J pun hampir menyerah, seperti diutarakan Kamaruddin Simanjuntak beberapa waktu lalu.
Namun di tengah kondisi yang nyaris menyerah tersebut, pihak keluarga Brigadir J dibuat marah oleh pernyataan salah satu pendeta kondang Gilbert Lumoindong.
Melalui sebuah video yang diunggah di channel YouTubenya pada 20 September 2022 lalu, Pendeta Gilbert membuat pernyataan mengenai Brigadir J yang bernada membela Ferdy Sambo.
"Ini merupakan aib yang menakutkan kalau seorang istri jenderal bintang dua diperkosa oleh ajudannya," kata Gilbert Lumoindong.
Kalimat itulah yang membuat ayah Brigadir J, yakni Samuel Hutabarat meradang. Ia langsung menghubungi Pendeta Gilbert untuk menyatakan keberatannya.
Selain hal tersebut, sosok Pendeta Gilbert pernah beberapa kali menimbulkan kontroversi di masyarakat karena ucapan dan tindakannya.
Apa saja kontriversi tersebut? sebelum membahas hal tersebut, kita ulas sedikit mengenai profilnya.
Baca Juga: Kapan Istri Ferdy Sambo Ditahan? Ini Kata Polri
Profil Pendeta Gilbert
Pendeta Gilbert memiliki nama lengkap Gilbert Emanuel Lumoindong. Ia lahir pada 26 Desember 1966. Kini ia merupakan pempimpin atau gembala sidang jemaat pada Gereja Bethel Indonesia, Glow Fellowship Center di Jakarta.
Pada periode 1992 hingga 1997, Pendeta Gilbert pernah menjadi pembawa acara program rohani Agama Kristen di salah satu televisi swasta nasional.
Ketika kecil, Pendeta Gilbert pernah disebut mengidap suatu penyakit syaraf otak. Karena itulah orang tuanya mulai aktif mendatangi sebuah Persekutuan Doa (PD) untuk meminta kesembuhan anaknya.
Ketika itu Gilbert kecil juga sering menghadiri ibadah Kebaktian Kebanguna Rohani (KKR) yang sebenarnya untuk orang dewasa.
Lalu usaha orang tuanya tersebut membuahkan hasil. Belum genap usia 10 tahun, Pendeta Gilbert dinyatakan sembuh dari penyakit syaraf otak tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Kapan Istri Ferdy Sambo Ditahan? Ini Kata Polri
-
Hindari Jebakan Geng Ferdy Sambo, Bharada E Hubungi Brimob: Tolong Selamatkan Orang Tua Saya
-
Dua Mantan KPK Jadi Pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi
-
Tak Mau Melawan, AKBP Raindra Ramadhan Pasrah Putusan Sidang Etik Perkara Ferdy Sambo, Inilah Sederet Sanksinya
-
Istri Sambo Rekrut Eks Jubir KPK jadi Pengacara, Deolipa Bongkar Sosok Febri
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung
-
Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah
-
Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi
-
KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor
-
Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya
-
11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel
-
MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia
-
Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?