Suara.com - Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi mengapresiasi penganugerahan penghargaan The Japan Foundation Award 2022 kepada budayawan dan jurnalis senior Goenawan Mohamad (81 tahun).
Saat bertemu dengan Goenawan Mohamad di Tokyo baru-baru ini, Dubes Heri mengatakan pemberian penghargaan ini merupakan pengakuan konkret dunia dalam hal ini Pemerintah Jepang atas kiprah Goenawan Mohamad yang konsisten mengusung kebebasan berekspresi dan demokrasi.
“Pilihan tepat bagi The Japan Foundation memberi penghargaan kepada Goenawan Mohamad. Tulisan dan pidato intelektual beliau konsisten mengusung nilai-nilai demokrasi, kebebasan berekspresi dan kemanusiaan yang inspiratif. Kekritisan dan kejujuran Goenawan dalam setiap tulisan menjadi pengawal setia perjalanan sejarah Indonesia,” kata Heri yang didampingi Koordinator Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Meinarti Fauzie.
“Tidak hanya tulisan, kontribusi Goenawan Mohamad dalam karya seni rupa menjadi cermin bersama bangsa ini dalam setiap langkah. KBRI Tokyo senantiasa mendukung dan mempromosikan warga Indonesia yang inspiratif,” tambah Heri.
Goenawan Mohamad mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Heri atas penghargaan dari The Japan Foundation.
“Terima kasih bapak dubes yang menyempatkan bertemu saya. Perbincangan yang hangat sambil sarapan pagi. Saya tidak menyangka beliau juga suka lukisan dan print art,” kata Goenawan Mohamad yang didampingi CEO Tempo Media Arif Zulkifli.
Penganugerahan The Japan Foundation Award 2022 di hari jadi The Japan Foundation ke-50, dihadiri oleh Pangeran Akishino dan istri serta Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi.
Penerima penghargaan The Japan Foundation Award selain Goenawan Mohamad adalah Robert Lepage, aktor, penulis naskah drama, sutradara teater dan film asal Kanada. Penghargaan juga diberikan kepada Asosiasi Korea - Jepang sebuah lembaga asal Korea Selatan.
Goenawan Mohamad menjadi orang Indonesia kedua yang dianugerahi Japan Foundation Award. Sebelumnya, sastrawan Sutan Takdir Alisjahbana menerima apresiasi serupa pada 1992. Untuk lembaga dari Indonesia penghargaan diterima Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada) pada 2019.
Baca Juga: Sastrawan Goenawan Mohamad Terima Penghargaan Japan Foundation
Pemberian Japan Foundation Award dilakukan sejak 1973 yang diberikan kepada individu dan organisasi yang berkontribusi mempromosikan persahabatan antara Jepang dan negara lain melalui aktivitas akademis, seni, dan kegiatan budaya lainnya.
Goenawan Mohamad pernah dianugerahi Louis M. Lyons Award untuk Hati Nurani dan Integritas dalam Jurnalisme dari Harvard University Nieman Fellowship pada 1997, International Press Freedom Award dari Committee to Protect Journalism pada 1998 dan International Editor of the Year Award dari World Press Review pada 1999.
Di bidang seni budaya, pendiri Majalah TEMPO pada 1971 ini juga dikenal sebagai sastrawan dan dramawan.
Ia mendirikan Komunitas Salihara Arts Center pada, sebuah komunitas yang didedikasikan penuh untuk mempromosikan seni budaya dan kebebasan berpikir.
Berita Terkait
-
Politik Indonesia Jadi Arena Judi Kekuasaan? Goenawan Mohamad Angkat Bicara!
-
Heboh Gibran Tak Salami AHY: Goenawan Mohamad Curiga Konfrontasi, Said Didu Seret Nama Jokowi
-
Tegas! Goenawan Mohamad Wanti-wanti Prabowo: Jangan jadikan Bali Seperti Singapura atau Hong Kong!
-
Seret Nama Jokowi, Goenawan Mohamad Ungkap Pemicu Banyak yang Ragukan Tom Lembong Korupsi: Ini Tak Sehat...
-
Seruan Bahlil Lahadalia 'Halalkan Segala Cara' ke Kader Golkar, Goenawan Mohamad: NKRI jadi Arena Bandit
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!