Suara.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung menggelar kegiatan bertajuk "Jumat Curhat" untuk mendengarkan keluh kesah masyarakat secara langsung.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan bahwa dengan Jumat Curhat itu pihaknya bisa tahu keluh kesah dan kondisi masyarakat di lapangan. Ia menilai bahwa inovasi itu menjadi acuan untuk bisa meningkatkan pelayanan kepolisian.
Masyarakat memberikan sejumlah aduan dan masukan di acara tersebut, seperti peredaran miras hingga SIM.
"Seperti tadi yang rekan-rekan lihat, ada beberapa keluhan atau masukan dari beberapa audiens yang ada di sini," kata Kusworo di Kantor Desa Parungserab, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/10/2022).
Menurutnya, sebagian besar masyarakat mengeluhkan soal peredaran minuman keras (miras) ilegal, terutama di wilayah Soreang.
"Warga masyarakat banyak mengeluhkan terkait dengan minuman keras ilegal berjenis tuak," katanya.
Dengan adanya keluhan itu, pihaknya bisa langsung memerintahkan personel untuk langsung cek kondisi di lapangan, khususnya peredaran miras yang meresahkan warga masyarakat.
Di samping itu, menurutnya ada juga beberapa pertanyaan dari masyarakat terkait masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM). Menurutnya masih ada masyarakat yang menganggap bahwa SIM itu bisa berlaku seumur hidup.
Sehingga menurutnya selain mendengarkan aspirasi, menurutnya kegiatan tersebut juga bisa sekaligus menjembatani pihak kepolisian dalam mengedukasi masyarakat.
Baca Juga: Kabar Duka Datang dari Pemain Persib Bandung, Ayah Henhen Meninggal Dunia
"Ada juga penjelasan kepada kami terkait dengan SIM seumur hidup, kami sudah menjelaskan bahwa SIM itu berbeda dengan KTP yang berlaku seumur hidup," kata Kusworo.
Kusworo mengatakan inovasi "Jumat Curhat" itu bakal dilakukan secara rutin setiap hari Jumat ke depannya. Dia mengaku pihaknya bakal menyediakan waktu selama satu hingga dua jam untuk mendengarkan keluhan masyarakat.
"Intinya, masyarakat bisa menyampaikan keluh kesah, curhatan atau saran masukan kepolisian, supaya kami bisa tindaklanjuti segera," kata Kusworo. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Persib Bandung Maknai Hari Sumpah Pemuda untuk Perkuat Kolaborasi dengan Para Suporter
-
Ancaman Resesi Ekonomi di 2023, Pemkot Bandung Imbau Warga Tak Panic Buying
-
Tips Cara Menjaga Mata Dari Katarak ala Dokter Spesialis Mata
-
Kabar Duka Datang dari Pemain Persib Bandung, Ayah Henhen Meninggal Dunia
-
Pemkot Bandung Punya Jurus Jitu Menghadapi Ancaman Resesi Ekonomi
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito
-
Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah
-
USS Tripoli Tiba di Timur Tengah Bawa Ribuan Marinir Saat Isu Serangan Darat ke Iran Memanas
-
Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan
-
Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan
-
MBG Disalurkan Lima Hari Sekolah
-
Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun
-
Meninggal Dunia, Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Disemayamkan di Kemenhan Hari Ini
-
Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela