Suara.com - Ukraina mencurigai penarikan pasukan Rusia dari kota Kherson hanya “jebakan” dan meyakini Kremlin tidak akan mengambil keputusan untuk melepaskan kekuasaan di kota pelabuhan itu.
Selain mengumumkan keputusan untuk mundur dari Kherson, Rusia sebelumnya juga menyampaikan rencana evakuasi puluhan ribu warga dari kota yang dicaploknya itu.
Meski demikian, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyebut strategi ini sebagai “jebakan” yang diciptakan para sosok pimpinan di Kremlin untuk menciptakan kesan panik.
“Pasukan terbaik mereka masih ada di sana. Tidak ada yang pergi. Kami melihatnya dan tidak memercayai mereka,” ujar Zelensky kepada harian asal Italia, Corriere della Sera, pada akhir Oktober.
Bulan lalu, Al Jazeera juga melaporkan bahwa salah satu prajurit Ukraina yang menolak disebutkan namanya turut meragukan kebeneran pengumuman Rusia itu. Menurutnya, pemberitaan tersebut tampak terlalu diperhitungkan.
“Kami tidak tertipu karena rencana itu [tampak] terlalu disengaja dan dirancang untuk menciptakan keriuhan media, untuk menciptakan suasana tertentu,” kata prajurit itu.
Ia juga menambahkan bahwa kota Kherson begitu strategis dan hampir tidak mungkin ditinggalkan oleh Rusia.
Terlepas dari berbagai keraguan, salah seorang pejabat regional di Kherson, Serhiy Hlan, meyakini bahwa Rusia akan benar-benar mundur dari wilayah itu karena pasukannya tidak lagi dapat menahan serangan Ukraina yang didukung oleh tank-tank yang disediakan oleh negara Barat.
“[Keputusan] ini merupakan akhir dari serangan balik Ukraina yang dimulai pada Agustus,” kata Hlan dalam pernyataannya.
“Kerugian yang diderita [Rusia] dalam beberapa bulan terakhir mulai meningkat … karena kami menerima lebih banyak bantuan dari rekan-rekan di Barat,” katanya.
Ia bahkan meyakini bahwa dalam waktu dekat, Rusia akan meninggalkan seluruh regional Kherson dan bukan hanya wilayah ibu kota yang memiliki nama sama.
“Ini jelas bukan jebakan,” Hlan menyimpulkan.
Minggu ini, pemerintah Rusia mengumumkan penarikan pasukan dari kota Kherson yang disampaikan oleh salah satu pemimpin angkatan bersenjata, Jenderal Sergey Surovikin, pada Rabu (9/11) dan diperkirakan akan menjadi pukulan telak bagi militer negara itu di tengah upaya untuk menguasai kota-kota di Ukraina.
“Setelah menilai situasi saat ini secara komprehensif, diusulkan untuk mengambil alih pertahanan di sepanjang tepi kiri [timur] Sungai Dnipro,” ujar Surovikin dalam sebuah siaran televisi.
Berita Terkait
-
Masyarakat Yang Hendak ke Bali Disarankan Datang Sebelum 13 November
-
Kini Tempe Bukan Sekadar Tempe, di Kampung Tempe Tertua Palembang
-
Semakin Tertekan, Rusia Perintahkan Penarikan Pasukan dari Kherson
-
Hadiri KTT ke-40 dan ke-41 ASEAN, Jokowi Beserta Iriana Bertolak ke Kamboja dari Bali
-
Rentan Alami Kerugian, Ini Kiat Bagi Pebisnis yang Ingin Masuki Perdagangan Internasional
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai