Suara.com - Dukungan terhadap Ganjar Pranowo agar menjadi Presiden 2024 terus berdatangan dari sejumlah relawan. Setelah pendekar, Barisan Ibu-ibu Pendukung Ganjar (Binar) juga turut mendukung Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Mengutip Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Ketua Koordinator Binar, Triweka Rinanti mengungkap alasan pihaknya mendukung Ganjar sebagai capres di Pemilu 2024.
Menurutnya, mantan Wali Kota Semarang itu selalu aktif dalam isu-isu pembelaan hak perempuan. Contohnya terkait kesehatan ibu hamil yang diperhatikan Ganjar lewat program 5Ng.
Adapun program 5Ng adalah "Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng" atau "Jawa Tengah senang memantau orang hamil". Program yang dicanangkan Ganjar ini dinilai berhasil dalam menekankan angka kematian ibu dan bayi.
Tak hanya itu, Ganjar juga memerhatikan masalah sosial lainnya, seperti mengeluarkan kebijakan-kebijakan penanganan stunting. Ditambah program "Jo Kawin Bocah" yang fokus menjadi gerakan dan ajakan agar masyakarat di Jawa Tengah mencegah terjadinya pernikahan dini atau di usia anak.
Berbagai kebijakan dan prestasi Ganjar yang memerhatikan kesejahteraan kaum perempuan itu pun membuat ibu-ibu yang tergabung di Binar tak ragu memberikan dukungan.
“Melihat kemampuan dan prestasi selama memimpin Jawa Tengah, tidak ada alasan bagi kami ibu-ibu ini untuk tidak mendukung Bapak Ganjar,” tegas Triweka.
Dukungan dari Binar ini juga diberikan bersama dengan relawan Pendekar, di mana anggotanya banyak kaum muda. Mereka bersatu padu memberikan dukungan kepada Ganjar dan berharap Megawati mendeklarasikan sebagai capres 2024.
Ketua Pendekar, Mandela Sinaga menilai bahwa Megawati memiliki andil yang besar dalam menciptakan kader top layaknya Ganjar Pranowo. Karena itu, pihaknya mengirim surat ke Megawati agar PDIP mendukung Ganjar sebagai capres 2024.
Baca Juga: Puan Maharani Girls Talk dengan First Lady Korea, Warganet Kesengsem: Bu Puan Kece Badai
“Kita berdoa bersama, kiranya aspirasi terbaik bisa diserap oleh Ibu Bangsa kita. Dengan segala hormat kami menyampaikan aspirasi dan dukungan agar Bapak Ganjar dapat dideklarasikan menjadi Capres 2024,” kata Mandela.
Pendekar menilai Ganjar sebagai sosok paling rasional untuk memimpin bangsa Indonesia. Ini dibuktikan dari berbagai prestasi Ganjar selama memimpin Jawa Tengah.
GubernurJateng itu memiliki pencapaian di bidang reformasi birokrasi, pendidikan dan ekonomi. Pendekar pun tak sembarang mengatakan hal tersebut, mengingat sebagian dari mereka merupakan akademisi yang telah mengkaji prestasi Ganjar.
Mereka juga menyinggung slogan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di era Ganjar adalah mboten korupsi (tidak korupsi), mboten ngapusi (tidak berbohong). Slogan itu dinilai bisa menjadi budaya baru yang positi dan standar pola pikir birokrat sebagai pelayan masyarakat.
Berita Terkait
-
Puan Maharani Girls Talk dengan First Lady Korea, Warganet Kesengsem: Bu Puan Kece Badai
-
Pendekar Doa Megawati Deklarasikan Ganjar Jadi Capres, PDIP: Tak Hormat Sama Jokowi
-
Megawati Bubarkan Paksa Acara lalu Usir Puan Maharani, Cek Faktanya
-
Saran Refly Harun Buat Ahok Kalau Mau Berpolitik Lagi Lepas Dulu Jabatan Komisaris Utama PT Pertamina
-
Tolong Dicatat! Janji Sangar Surya Paloh Kalau NasDem Tak Lolos Parlemen 2024
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital
-
Banjir Ganggu Transjakarta Pagi Ini, 3 Rute Dialihkan dan Sejumlah Halte Tak Terlayani
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi