Suara.com - Pemilihan Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Yudisial sudah rampung dilaksanakan. Pengumuman calon wakil ketua sudah dilakukan oleh Ketua MA, Syarifuddin kemarin, Selasa (07/02/2023) di Gedung MA, Jakarta Pusat.
Dalam pemungutan suara yang melibatkan elemen dari MA ini menghasilkan keputusan bahwa hakim Dr. H. Sunarto, S.H.,M.H terpilih menjadi Wakil Ketua Bidang Yudisial yang baru.
Sunarto yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua MA Non-Yudisial sempat mengucapkan banyak terima kasih kepada para petinggi MA atas terpilihnya Sunarto sebagai wakil ketua MA yang baru.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak," ucap Sunarto dalam sambutannya.
Sebelumnya, Sunarto pernah menuai perhatian lantaran pernyataannya yang mengaku 'angkat tangan' dalam persoalan mafia kasus atau markus di lingkungan Mahkamah Agung.
Kiprah Sunarto di dunia yudisial dan perhakiman sudah dimulainya sejak muda. Simak inilah profil Hakim Sunarto selengkapnya.
Pria dengan nama Dr.H. Sunarto, S.H.,M.H ini memulai karirnya di bidang hukum pada tahun 1987 saat terpilih sebagai hakim muda di PN Merauke, Papua. Pria lulusan Universitas Airlangga ini kemudian sempat ditugaskan di PN Blora dari tahun 1992 hingga 1997.
Setelah 5 tahun mengabdi di PN Blora, Sunarto pun dimutasi ke PN Pasuruan sejak tahun 1997 hingga 2002.
Sepak terjangnya di dunia perhakiman ternyata berhasil membuat kariernya menanjak. Pada 2002-2003, Sunarto pun diangkat menjadi Wakil Ketua PN Trenggalek.
Baca Juga: Sutradara The Last of Us Puas Lihat Akting Christine Hakim dan Yayu Unru
Usahanya pun kembali terbayarkan karena pada tahun 2004, Sunarto berhasil menjabat sebagai Ketua PN Trenggalek.
Karir Sunarto semakin menanjak pada tahun 2005 saat dirinya diangkat menjadi hakim tinggi dengan penugasan pertama di Pengadilan Tinggi Gorontalo. Tidak sampai dua tahun bertugas di sana, Sunarto ditarik ke Jakarta untuk menjadi hakim tinggi pengawas pada Badan Pengawasan MA. Tugas tersebut diembannya sejak 2006 hingga 2009.
Karir Sunarto kembali menanjak pada tahun 2009 saat dirinya ditugaskan di Badan Pengawasan MA dan diberi amanah menjadi Inspektur Wilayah III.
Setahun kemudian, Sunarto dilantik menjadi Inspektur Wilayah II hingga 2013. Pada 30 September 2013, Sunarto dilantik Ketua MA Hatta Ali untuk menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam mengawasi perilaku hakim.
Pada tahun 2015, Sunarto terpilih menjadi hakim agung. Pada 2017, Sunarto dilantik oleh Ketua MA menjadi Ketua Muda Pengawasan sebelum akhirnya di tahun 2021 ia terpilih sebagai Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial.
Kini, Sunarto pun mengemban amanah baru sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial 2023.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
5 Fakta Menarik Aktris Korea Lee Da In, Calon Istri Lee Seung Gi
-
Siapa Dito Mahendra: Cucu Tangan Kanan Soeharto, Musuh Bebuyutan Nikita Mirzani, Diduga Terlibat Suap
-
Profil Kombes Bhirawa, Adik Jenderal Andika Perkasa Tangani Kasus Bripka Madih
-
Sutradara The Last of Us Puas Lihat Akting Christine Hakim dan Yayu Unru
-
Profil Koh Dennis Lim, Bandar Judi yang Tobat jadi Ustadz dan Sering Disebut Mirip Aktor Korea
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak