Namun evakuasi jenazahnya mendapatkan hambatan, sebab ketika proses evakuasi akan dilakukan, KKB kembali melakukan penyerangan.
Selain itu, faktor cuaca dan sulitnya medan juga menjadi hambatan. Hingga Minggu (16/4/2023) jenazah Pratu Miftahul Arifin belum bisa dievakuasi.
Sembilan anggota TNI dilaporkan hilang
Akibat penyerangan KKB tersebut, sembilan anggota TNI dilaporkan hilang. Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono.
Menurut dia, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono langsung memerintahkan kekuatan penuh untuk mencari anggota TNI yang belum ditemukan itu.
Empat anggota TNI kembali dengan selamat
Namun setelah itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono mengatakan, empat dari sembilan anggota TNI tersebut telah kembali ke kesatuannya masing-masing. Mereka kembali dalam kondisi sehat dan membawa persenjataan lengkap.
Sementara lima prajurit TNI lainnya masih dinyatakan hilang. Dan hingga tiga hari setelah peristiwa baku tembak dengan KKB, Mabes TNI belum juga mendapatkan kepastian dimana lima anggota TNI itu berada.
Empat prajurit TNI dinyatakan tewas
Baca Juga: TPNPB-OPM Berhasil Serang 36 Personel TNI, Ini Trik yang Dilakukan untuk Kelabui Prajurit
Dan pada Rabu (19/4/2023) TNI menyatakan empat prajuritnya tewas dalam peristiwa penembakan yang dilakukan KKB empat hari sebelumnya.
Mereka adalah Pratu Miftahul Arifin, Pratu I, Pratu K dan Prada S. Setelah dievakuasi, jenazah keempatnya langsung dibawa ke RSUD Timika, Kabupaten Mimika.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
TPNPB-OPM Berhasil Serang 36 Personel TNI, Ini Trik yang Dilakukan untuk Kelabui Prajurit
-
TNI Tetapkan Siaga Tempur dengan KKB Papua Jadi Persoalan
-
Panglima TNI Sebut TPNPB-OPM Serang 36 Prajurit dengan Trik Bawa Ibu-ibu dan Anak-anak
-
TNI/Polri Siaga Tempur di Papua, Pengamat: Pemerintah Pakai Pendekatan Lunak
-
Innalillahi, 4 Prajurit TNI Penyelamat Pilot Susi Air yang Sempat Hilang Ditemukan Tewas di Papua
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
-
Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis
-
Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia