Suara.com - Kasus penganiayaan yang dilakukan Aditya Hasibuan terhadap Ken Admiral berbuntut panjang dan menyeret AKPB Achiruddin Hasibuan selaku orang tua Aditya.
Usai video penganayaan itu tersebar luas, terungkap sejumlah borok AKBP Achiruddin, mulai dari harta kekayaan yang tidak wajar, dugaan tindak pidana mencucian uang hingga menjadi beking perusahaan BBM illegal.
Perusahaan BBM illegal tersebut adalah PT Almira Nusa Raya (ANR) yang berada di dekat rumah AKBP Achiruddin di Medan, Sumatera Utara.
Perwira menengah Polda Sumut itu diduga telah membekingi aktifitas illegal perusahaan tersebut sejak 2018 dan menerima upah jasa.
Lantas seperti apakah PT ANR yang disebut melakukan kegiatan BBM illegal di gudangnya? Berikut ulasannya.
Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah memastikan kalau gudang BBM milik PT ANR yang berada di dekat rumah AKBP Achiruddin adalah illegal.
Terlebih Pertamina telah menyatakan kalau perusahaan tersebut tidak terdaftar sebagai perusahaan yang menjalankan usaha BBM.
Meski begitu, PT ANR terdaftar dan beralamat di Komplek Villa Polonia Indah, Kota Medan. Lokasinya berbeda dengan gudang solar yang diduga milik AKBP Achiruddin.
Pengurus dan pemegang saham perusahaan tersebut telah diketahui, yakni Edy sebagai Direktur dan Almira WIjaya Auw dan Freddy Siswanto sebagai komisaris.
Baca Juga: 5 Fakta Gudang BBM Ilegal yang Dikawal AKBP Achiruddin Sejak 2018, Tak Diakui Pertamina
PT ANR disahkan pada 24 Mei 2022 perseroan yang merupakan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) Non Fasilitas.
Perusahaan tersebut diketahui bergerak di bidang perdagangan BBM, Bahan Bakar Gas dan LPG secara eceran, selain di sarana pengisian bahan bakar transportasi darat, laut dan udara.
Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Susanto August Satria mengatakan, PT ANR memang terdaftar sebagai agen resmi BBM industry. Namun Pertamina tidak mengetahui dengan detil aktivitas dalam gudang perusahaan itu yang disebut illegal.
Sementara Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Hadi Wahyudi menyatakan, gudang solar milik PT ANR tidak terdaftar di Pertamina.
Polisi geledah PT ANR
Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara menggeledah kantor PT ANR yang terletak di Jalan Mustang, Vila Polonia Indah Nomot 28, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara.
Berita Terkait
-
5 Fakta Gudang BBM Ilegal yang Dikawal AKBP Achiruddin Sejak 2018, Tak Diakui Pertamina
-
Polda Sumut Kirim Surat ke PPATK Sidik AKBP Achiruddin
-
Dirut Gudang Solar Dekat Rumah AKBP Achiruddin Dicari Polda Sumut
-
Sosok Ongku Hasibuan, Anggota DPR Kakak AKBP Achiruddin yang Tak Pernah Lapor LHKPN
-
Tak Cuma Ferdy Sambo, Ini Deretan Perwira Polri Bermasalah yang Patut Diawasi
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK
-
Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik
-
BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan
-
Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya
-
Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok
-
Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung
-
PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila
-
Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit