Suara.com - Kisah Sherpa Everest bernama Gelje yang menyelamatkan pendaki Malaysia di zona kematian Gunung Everest menjadi viral. Dalam video yang beredar luas di media sosial, Sherpa itu tampak menggendong pendaki Malaysia di punggungnya.
Sherpa itu kemudian memanggul pendaki Malaysia ke kamp terdekat seorang diri, dengan berjalan kaki hampir 1.900 kaki menuruni medan berbahaya Gunung Everest.
Selama 6 jam lamanya Sherpa itu menggendong pendaki Malaysia itu, sebelum akhirnya bertemu pemandu lain, Nima Tahi Sherpa yang membantu proses evakuasi.
Sherpa itu melakukan penyelamatan setelah melihat pendaki Malaysia itu kritis dan menggigil kedinginan. Pemandangan itu membuatnya langsung membungkus pendaki tersebut dengan sleeping bag dan mengikatnya dengan tali, sambil membawa tabung oksigen.
Gelje Sherpa itu berhasil menggendong pendaki Malaysia itu sampai Camp III, atau sekitar 23.497 kaki dari basecamp. Di sana, pendaki Malaysia itu kemudian dievakuasi dengan helikopter yang melintas.
Lantas, apa itu Sherpa Everest? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Sherpa memiliki peran yang sangat besar dalam penyelamatan pendaki kritis di Gunung Everest. Mereka diketahui hidup di ketinggian selama beberapa generasi dan sudah mempunyai genetik alami untuk beradaptasi dari suhu Everest.
Sherpa dikenal mempunyai fisik yang kuat. Mereka selalu melakukan push up dan bisa berlari dengan cepat. Tak hanya itu, Sherpa juga dikenal sebagai seseorang yang bisa bertahan hidup di Everest tanpa bantuan tabung oksigen.
Sejauh ini, Sherpa yang paling kuat bisa bertahan sampai 8.000 meter/23.000 kaki di Gunung Everest. Sebagian besar para Sherpa hanya akan membutuhkan oksigen di atas Camp 4.
Baca Juga: Tak Tahu Diuntung, 4 Fakta Pendaki Malaysia Ogah Akui Diselamatkan Sherpa Everest dari Zona Kematian
Sherpa juga dikenal sebagai orang-orang yang santai dan bahagia. Mereka bangga dengan warisan gunung, sama seperti orang di Nepal, Gurkha, yang juga bangga dengan keterampilan yang mereka punya.
Kekuatan Sherpa yang bisa bertahan di ketinggian Gunung Everest menjadikan mereka sebagai pemandu yang kerap menemani ekspedisi gaya Alpine di Himalaya.
Sebagian besar pendaki solo selalu membawa Sherpa untuk menemani pendakiannya. Sherpa merupakan bantuan berharga bagi pendaki, khususnya karena mereka secara genetik tidak terbiasa berada di ketinggian gunung sejak lahir.
Apabila seseorang tertarik mendaki Everest, maka pihak keamanan setempat akan merekomendasikan Sherpa. Ini demi keselamatan para pendaki yang ingin menaklukkan gunung paling mematikan di dunia tersebut.
Sebagai informasi, Sherpa mempunyai nama-nama umum seperti Lakhpa, Dorjee, Tensing, Nawang, Tashi. Tak terkecuali Gelja Shelpe yang dipuji dunia karena melakukan penyelamatan ekstrem terhadap pendaki asal Malaysia.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Tak Tahu Diuntung, 4 Fakta Pendaki Malaysia Ogah Akui Diselamatkan Sherpa Everest dari Zona Kematian
-
Apa Itu Sherpa? Ini Sosok Penyelamat Pendaki Malaysia di Everest yang Tak Diakui
-
Siapa Sherpa Everest yang Jadi Trending di Twitter?
-
Trending di Twitter, Inilah Sherpa dan Pekerjaannya
-
Tak Balas Budi! Pendaki Malaysia Dikecam karena Tak Akui Diselamatkan oleh Sherpa Saat Hampir Meninggal di Puncak Everest
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat