R juga diketahui telah menggadaikan mobil tersebut usai dibawa lari dari korban.
Polisi sempat kesulitan mengevakuasi jenazah
Demi menutupi jejak aksi bengisnya, R memasukan jenazah AN ke dalam sebuah koper berbalut plastik putih yang akhirnya ia buang ke sebuah jurang di kawasan Gajah Mungkur jalur Cangar-Pacet, Mojokerto.
R tak melakukan mutilasi terhadap jenazah AN dan langsung memasukan korban ke dalam koper secara utuh.
Polisi sempat mengalami kendala ketika hendak mengevakuasi jenazah AN yang disembunyikan di koper tersebut.
Pasalnya, posisi koper tersebut berada 20 meter di bawah jalan.
Jenazah AN diidentifikasi
Polisi mengungkap bahwa jenazah AN sempat dievakuasi ke ke kamar jenazah RSU dr Soetomo untuk dilakukan identifkasi.
Identifikasi dilakukan memastikan apakah benar jenazah tersebut sesuai dengan perkara yang tengah menjadi penyelidikan Sat Reskrim Polrestabes Surabaya.
Baca Juga: Terungkap, Mayat Perempuan Dalam Koper di Mojokerto Ternyata Mahasiswi Ubaya
Setelah proses identifikasi dan pengakuan pelaku, polisi memastikan bahwa memang benar jenazah tersebut adalah AN.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Terungkap, Mayat Perempuan Dalam Koper di Mojokerto Ternyata Mahasiswi Ubaya
-
Link Download Video Mahasiswi Viral Via Telegram hingga Dicari Warganet, Simak Efek Negatif Nontonnya
-
Peserta TC Timnas Indonesia Tak Kunjung Lengkap, PSSI Minta Klub Segera Lepas Pemain
-
Video Mahasiswi Viral Twitter dan Yandex Link Donwload-nya Masih Dicari, Netizen Wajib Perhatikan Hal Ini
-
Embarkasi Surabaya Sebut Gelombang Pertama Jemaah Haji Asal Jawa Timur Tuntas Berangkat ke Madinah
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek