Kemelut utang Rp 800 miliar yang terjadi antara Jusuf Hamka dan pemerintah kini memasuki babak baru. Staf Khusus Kementerian Keuangan Yustinus Prastowo mengaku bahwa pihaknya tak menemukan bukti apapun terkait dengan keberadaan Jusuf Hamka dalam struktur pemegang saham di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) yang kini tengah bermasalah terkait penagihan utang ke negara.
Sejak adanya putusan pengadilan di tahun 2010 yang sudah berkekuatan hukum tetap dengan menetapkan pemerintah mempunyai beban kewajiban ke PT CMNP, Yustinus menyebut pemerintah juga selama ini sudah melakukan komunikasi dengan kuasa hukum perusahaan, bukan langsung dengan Jusuf Hamka.
Oleh karenanya, ia menyebut Kementerian Keuangan sendiri sudah mempunyai permasalahan dengan Jusuf Hamka secara pribadi. Ia juga menegaskan dalam penagihan utang piutang tersebut, dilakukan secara langsung antar institusi.
Jusuf Hamka sendiri tidak ingin banyak berkomentar terkait dengan tudingan bahwa ia bukanlah siapa-siapa di emiten jalan tol yang kini tengah berseteru dengan pemerintah.
Lantas, apa sebenarnya peran dan juga posisi Jusuf Hamka di CMNP? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Mulanya, nama Jusuf Hamka memanglah tidak muncul dalam struktur perusahaan. Ini berarti klaim dari Prastowo juga tidak sepenuhnya salah, tetapi apabila melihat dari gambaran yang lebih besar dan menelisik lebih dalam, Jusuf Hamka memang merupakan orang yang penting dan nomor satu di CMNP.
Dalam daftar pemegang saham yang sudah resmi dikeluarkan, pemegang saham CMNP memang hanya dibagi menjadi dua yaitu BP2S Singapore/BNP Paribas Singapore Branch Wealth Management yaitu sebanyak 58,95% dan bertindak sebagai pengendali, sisanya dimiliki oleh masyarakat.
Adapun Yusuf sendiri memang tidak memiliki jabatan spesifikasi di CMNP baik itu sebagai jajaran komisaris maupun direksi perusahaan. Namun, apabila menelisik lebih dalam, diketahui bahwa Jusuf Hamka adalah pemegang manfaat terakhir dari CMNP alias pengendali perusahaan jalan tol tersebut.
Melansir dari Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Maret 2024 yang dikirim oleh perusahaan pada pihak Bursa Efek Indonesia (BEI), Jusuf adalah satu-satunya penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham CMNP.
Baca Juga: Kemelut Utang Rp 800 Miliar, Sebenarnya Uang Siapa: Jusuf Hamka, Negara atau Tutut?
Hal itu juga terkonfirmasi dalam laporan tahunan perusahaan, dimana dalam edisi terbaru 2021, CMNP juga dengan tegas menyebut bahwa Jusuf Hamka adalah pengendali perusahaan.
Disebutkan juga bahwa Jusuf dan istri mempunyai 11,09% saham di SMNP. Hal tersebut tercatat dalam Laporan Tahunan karena permintaan penambahan mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diajukan.
Tak hanya itu, sejumlah anggota keluarga dari Jusuf Hamka yang lain juga merupakan pemegang saham utama dari perusahaan tersebut. Hal itu berhasil terungkap karena mereka menduduki jabatan sebagai petinggi perusahaan dan harus mengungkapkan kepemilikan sahamnya di CMNP.
Pada 2022, kepemilikan langsung saham CMNP oleh Jusuf Hamka sempat mencapai angka 6% tepat sebelum perusahaan melakukan penambahan modal. Namun, saat ini namanya tidak lagi ada di KSEI yang secara tidak langsung menandakan bahwa kepemilikan langsung miliknya kurang dari 5%.
Meski begitu, secara garis besar pengendali atau pemilik manfaat terakhir sendiri adalah sosok yang paling sentral di perusahaan. Secara umum, pengendalinya juga adalah pemegang saham mayoritas perusahaan, meski hal ini tidak selalu tepat.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Kemelut Utang Rp 800 Miliar, Sebenarnya Uang Siapa: Jusuf Hamka, Negara atau Tutut?
-
Tagih Hutang Rp800 Miliar ke Negara, Jusuf Hamka Ungkap Alasan Tak Mau Flexing Harta Berlimpah
-
Jusuf Hamka Akan Laporkan Dua Anak Buah Sri Mulyani, Said Didu Ingatkan Dua Data yang Tidak Boleh Dibocorkan Pejabat Negara
-
Poin-poin Pernyataan Mahfud MD Soal Utang Negara ke Jusuf Hamka, Sebut Pembayaran Macet
-
Timeline Asal Usul 'Utang' Negara Rp 800 Miliar kepada Jusuf Hamka
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto