Ahli hukum tata negara, Refly Harun menyatakan bahwa ia masih mempertimbangkan untuk melaporkan peristiwa yang baru saja terjadi padanya ke pihak kepolisian.
Refly Harun terkena lemparan botol air mineral pada saat mengisi acara sebagai pembicara dalam diskusi bersama masyarakat dengan Rocky Gerung di Kopi Nuri, Condongcatur, Depok, Sleman, DIY, Jumat (8/9/2023) sore.
Refly menyayangkan adanya kejadian tersebut. Namun, berkat peristiwa itu juga ia merasa bersyukur karena lemparan botol tersebut tidak mengenai matanya atau malah menggunakan benda tajam atau batu. Untuknya, kekerasan dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan dalam negara berdemokrasi.
Dia menyebut kejadian ini tetap dijadikan pelajaran, terkhusus keamanan dari penyelenggara acara serta pihak kepolisian.
Lantas, seperti apakah profil biodata dan agama Refly Harun yang kena timpuk botol saat isi acara bareng Rocky Gerung? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Profil Biodata dan Agama Refly Harun
Refly Harun lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 26 Januari 1970. Tidak ditemukan sumber terkait dengan agama yang ia peluk, tetapi ia dikenal sebagai pakar hukum tata negara dan juga sekaligus pengamat politik. Reflu pernah dipercaya untuk memegang jabatan penting di pemerintahan sebagai pengurus bidang hukum.
Refly Harun mulai menekuni dunia hukum sejak ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada (UGM).
Setelah berhasil meraih gelar Sarjana Hukum di tahun 1995, Refly kemudian melanjutkan pendidikan jenjang Magister (S2) di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) dan berhasil lulus di tahun 2022.
Guna memperdalam wawasan dan meningkatkan kompetensinya di bidang hukum Refly juga mengambil pendidikan Magister (S2) Ilmu Hukum Tata Negara di Universitas Notre Dame, Amerika Serikat dan berhasil menyelesaikan pendidikannya tersebut di tahun 2007.
Tak cukup sampai disitu, Refly juga berhasil mendapatkan gelar doktor (S3) di Universitas Andalas pada tahun 2006.
Sebelum memutuskan berkarir sebagai akademisi dan ahli hukum, Refly Harun sebelumnya dikenal sebagai seorang aktivis dan juga pernah bekerja sebagai seorang wartawan. Jiwa aktivis Refly sendiri sudah bangkit sejak ia duduk di bangku mahasiswa dan menjadi ketua badan eksekutif hukum di UGM.
Setelah selesai berkuliah di UGM, Refly kemudian memulai karirnya sebagai wartawan di Media Group. Namun, di tengah kesibukannya sebagai seorang wartawan, Reflu merasa jiwa intelektualnya semakin membara.
Ia kemudian memutuskan berhenti dari dunia jurnalistik dan kemudian banting setir ke ranah akademisi dengan melanjutkan pendidikan hukum jenjang magister dan doktoral.
Pada saat Refly tengah fokus menggeluti dunia hukum karir intelektualnya pun semakin terasah. Refly mulai aktif menjadi pembicara, narasumber, hingga menjadi pengamat persoalan hukum tata negara dan juga politik. Pada tahun 2003, Refly ditunjuk menjadi staf ahli salah seorang hakim konstitusi (MK).
Berita Terkait
-
Heran Dilempar Botol Saat Diskusi Kebangsaan di Sleman, Refly Harun Pertimbangkan untuk Laporkan Pelaku ke Polisi
-
Diskusi Kebangsaan di Sleman Ricuh, Rocky Gerung dan Refly Harun Dilempar Botol
-
Relawan Jokowi Demo di Depan Polda Metro Jaya, Minta Rocky Gerung Ditangkap dan Diadili
-
Sebut 'Iblis Zalim, Ini Deretan Kontroversi Refly Harun yang Dipolisikan Bareng Rocky Gerung
-
Sama-sama Dipoliskan Imbas Hina Presiden, Ini 'Dosa' Rocky Gerung dan Refly Harun
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan
-
Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya
-
Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?
-
Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion
-
Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel
-
Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo
-
Geger! Kafe AfterHour di Poins Square Hangus Dilalap Sijago Merah, Satu Karyawan Jadi Korban
-
Teka-teki 9 Kotak Jam Mewah Fadia Arafiq, KPK Buru Sisa Rolex yang 'Hilang' dari Wadahnya
-
Waspada Lewat S. Parman! Begal Modus Polisi Gadungan Gentayangan, Tuduh Korban Bawa Narkoba
-
Lingkaran Setan Kekerasan, 70 Persen Ayah yang Memukul Ternyata Pernah Jadi Korban Masa Kecil