Suara.com - Hingar bingar Ibu Kota Jakarta seakan tak ada habisnya. Gemerlap cahaya lampu gedung saat malam, seakan membuat Jakarta tidak pernah tidur.
Kemewahan yang ditawarkan oleh Jakarta, membuat warga desa tergiur sehingga berbondong-bondong datang untuk mengadu nasib.
Salah satunya Ani, wanita 61 tahun ini mengaku datang ke Jakarta untuk mengadu nasib. Meski tidak semulus prediksi, ia mampu bertahan di wilayah Tambora, Jakarta Barat, selama 40 tahun.
Saat dijumpai jurnalis Suara.com, Ani sedang sibuk melayani pembeli. Ani kini berprofesi sebagai penjual es dan kopi di pinggir jalan, tepat seberang gang rumahnya.
Hal itu berbeda saat dulu Ani datang ke Jakarta, saat mulai mengadu nasib di ibu kota, Ani bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).
Pekerjaan itu sempat dilakoni Ani selama belasan tahun.
"Saya jadi pembantu (ART) ada kali 12 tahunan di Petojo. Pokoknya muter-muter,” kata Ani, saat ditemui Suara.com di kediamannya, RT 2/3, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (27/10/2023).
Usai melayani pembeli, Ani mulai menunjukkan rumahnya. Terlihat dari luar, gang senggol dekat rumah Ani tidak bisa tertembus matahari.
Gang yang hanya seluas satu meter dan menjadi jalan menuju rumah Ani terasa lembab karena tertutup bangunan rumah warga lainnya.
Baca Juga: Inflasi Terkendali dan Ekonomi Jakarta Terus Tumbuh, Pengamat: Koordinasi Jadi Kunci
Saking tak mendapat sinar matahari, Ani pun hanya mengandalkan angin untuk bisa mengeringkan pakaian yang dijemurnya.
“Memang di sini gak tembus matahari. Kalau saya nge-jemur, bisa kering karena terkena angin-angin aja," bebernya.
Pantauan Suara.com, Ani hanya tinggal di sebuah rumah berukuran petak. Terdapat sebuah televisi yang menggantung di tembok rumah tersebut.
Di sampingnya TV led tersebut, terdapat sebuah kulkas berukuran dua pintu berkelir biru.
Sementara, menempel pada pintu masuk ada sebuah tangga yang terbuat dari kayu, untuk akses menuju lantai 2.
"Tinggal di sini luasannya cuma satu kamar. Luasan cuma 3x3 meter, jadi 9 meter persegi. Di atas cuma pakai papan,” tutur Ani.
Berita Terkait
-
Tertarik Karena Bersih dan Menggemaskan, Dalih Pemuda Bejat Cabuli Bayi di Jakarta Timur
-
Warga Eks Kampung Bayam Korban Gusuran JIS Direlokasi ke Rusun Nagrak, Heru Budi: Katanya Betah
-
Penipuan Bermodus Ramal Garis Tangan, Pria Asal India Raup Keuntungan Ratusan Ribu Per Hari di Jakbar
-
Tiga Kurir Narkoba Cuma Bisa Nunduk saat Digelandang Polisi, 25 Kilogram Sabu Disita Polres Jakarta Barat
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian