Suara.com - Mantan Co-Captain Timnas Anies-Cak Imin, Sudirman Said disebut bakal turut mewarnai gelaran Pilkada DKI Jakarta.
Nama Sudirman Said diketahui masuk dalam radar Partai Demokrat untuk diusung dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta dari pihak eksternal.
Bak gayung bersambut, eks Menteri ESDM di kabinet Jokowi periode pertama tersebut mengaku siap untuk maju sebagai calon gubernur di DKI Jakarta.
Ia bahkan dengan mantap siap bersaing dengan Anies Baswedan yang santer disebut bakal kembali maju dalam kontestasi di Jakarta.
Bicara soal bersaing, apakah dari sisi jumlah harta kekayaan, Sudirman Said bisa bersaing dengan Anies Baswedan?
Diketahui, sosok yang pernah menjadi Komisaris Utama TransJakarta tersebut terakhir melaporkan harta kekayaan pada 9 Januari 2018.
Dari laporan LHKPN, Sudirman Said memiliki total harta kekayaan Rp4.672.784.760.
Harta kekayaan itu paling besar disumbang dari kepemilikan aset tanah dan bangunan, dimana Sekjen PMI tersebut memiliki aset tanah di Brebes hingga Jakarta Timur dengan nilai total Rp3.782.762.850.
Selain aset tanah dan bangunan, Sudirman Said juga memiliki sejumlah aset kendaraan berupa dua mobil dengan nilai total Rp352.000.000.
Baca Juga: Sudirman Said: Tak Elok kalau Gubernur Jakarta Jadi Batu Loncatan untuk Karier Politik Berikutnya
Kemudian harta bergerak lainnya dengan total Rp150.000.000, surat berharga senilai Rp305.954.890 serta kas dan setara kas senilai Rp82.067.020.
Sementara itu, harta kekayaan Anies Baswedan berdasar LHKPN terakhir sebelum mendaftar sebagai calon presiden totalnya mencapai Rp11.789.358.223.
Rincian harta kekayaan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut paling besar dari aset tanah dan bangunan yang tersebar dari Jakarta, Ponorogo hingga Sleman DIY dengan total Rp14.250.188.000.
Kemudian disusul alat transportasi dan mesin senilai Rp550.000.000.
Anies juga tercatat memiliki harta bergerak senilai R-1.537.366.531, surat berharga Rp56.526.000, kas dan setara kas senilai Rp1.359.823.360 serta harta lainnya Rp704.164.762.
Lalu, Anies juga memiliki utang sebanyak Rp6.668.710.430.
Berita Terkait
-
Rakernas V Segera Dimulai, PDIP Bakal Tentukan Sikap Partai, Program Kerakyatan, hingga Pemenangan Pilkada 2024
-
PDIP Rumuskan Strategi Pemenangan Pilkada 2024 di Rakernas ke-V, Khawatir Kader Dicuri Parpol Lain?
-
Sejumlah Ulama dan Tokoh Lintas Agama Deklarasi Dukung Sudirman Said Sebagai Cagub Jakarta
-
Sudirman Said: Tak Elok kalau Gubernur Jakarta Jadi Batu Loncatan untuk Karier Politik Berikutnya
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia
-
Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!
-
KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!
-
Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan
-
Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi
-
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama