News / Metropolitan
Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB
Wagub DKI Jakarta, Rano Karno. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta merevitalisasi kawasan Kota Tua untuk memperkuat identitas kota global berbasis sejarah dan budaya lokal.
  • Wagub Rano Karno membentuk tim khusus dan berencana berkantor langsung di Kota Tua untuk mempercepat proses penataan.
  • Revitalisasi dilakukan melalui pembagian tiga zona strategis serta pengaturan pedagang kaki lima agar tetap menjaga estetika kawasan.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah masif untuk menata kembali kawasan Kota Tua di Jakarta Barat dan Jakarta Utara melalui skema revitalisasi yang komprehensif.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memulihkan jati diri Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada nilai sejarah.

"Rencana revitalisasi Kota Tua ini untuk mengembalikan identitas Jakarta, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya," ujar Rano di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Rano, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Revitalisasi dan Penataan Kota Tua, menyebutkan bahwa keseriusan pemerintah ditunjukkan dengan kehadiran tim khusus.

Sebagai bentuk komitmen penuh dalam mengawal proyek ini, ia bahkan berencana untuk memindahkan aktivitas kantornya ke kawasan tersebut sampai waktu yang belum ditentukan.

"Pemprov DKI serius untuk membangun Kota Tua. Keseriusan ini adalah kami sudah mempunyai tim revitalisasi Kota Tua, dan Insyaallah di saat waktunya tepat, saya sendiri sebagai penanggung jawab akan berkantor di Kota Tua," tegasnya.

Saat ini, pemerintah telah membentuk kelompok kerja (pokja) lintas sektor guna mempercepat koordinasi birokrasi dalam pengerjaan fisik maupun administratif.

Rano menambahkan bahwa pemilihan lokasi kantor di Kota Tua sudah dalam tahap finalisasi desain interior dan diharapkan rampung dalam waktu dekat.

"Mungkin satu bulan lagi baru kami akan pindah ke Kota Tua," ungkapnya.

Baca Juga: Jakarta Bidik Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan di 2029, Rano Karno: Itu Kebutuhan Dasar

Dalam teknis pelaksanaan revitalisasi, kawasan seluas ratusan hektar tersebut akan dibagi ke dalam tiga segmentasi wilayah yang memiliki fungsi berbeda.

Zona inti yang menjadi jantung dari situs bersejarah tersebut akan mendapatkan perhatian pertama sebelum merambah ke zona pengembangan dan penunjang.

"Yang namanya Museum Bahari, itu zona inti. Kemudian, ya kalau Alun-alun Fatahillah, teman-teman tahu lah. Jadi, artinya itu bagian zona inti," papar Rano secara mendalam.

Selain pemugaran bangunan lama, aspek kenyamanan pengunjung dan nasib pedagang kaki lima (PKL) turut menjadi poin krusial dalam rencana revitalisasi Kota Tua.

Pemprov DKI berencana melakukan penataan ruang yang harmonis agar aktivitas ekonomi warga tetap berdenyut tanpa merusak estetika kawasan cagar budaya.

"Tentu harus kami berikan fasilitas, namun kami atur agar suasana Kota Tua itu tidak terganggu, tapi itu menjadi bagian kehidupan masyarakat itu sendiri," pungkas Rano.

Load More