- Pemprov DKI Jakarta merevitalisasi kawasan Kota Tua untuk memperkuat identitas kota global berbasis sejarah dan budaya lokal.
- Wagub Rano Karno membentuk tim khusus dan berencana berkantor langsung di Kota Tua untuk mempercepat proses penataan.
- Revitalisasi dilakukan melalui pembagian tiga zona strategis serta pengaturan pedagang kaki lima agar tetap menjaga estetika kawasan.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah masif untuk menata kembali kawasan Kota Tua di Jakarta Barat dan Jakarta Utara melalui skema revitalisasi yang komprehensif.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memulihkan jati diri Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada nilai sejarah.
"Rencana revitalisasi Kota Tua ini untuk mengembalikan identitas Jakarta, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya," ujar Rano di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Rano, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Revitalisasi dan Penataan Kota Tua, menyebutkan bahwa keseriusan pemerintah ditunjukkan dengan kehadiran tim khusus.
Sebagai bentuk komitmen penuh dalam mengawal proyek ini, ia bahkan berencana untuk memindahkan aktivitas kantornya ke kawasan tersebut sampai waktu yang belum ditentukan.
"Pemprov DKI serius untuk membangun Kota Tua. Keseriusan ini adalah kami sudah mempunyai tim revitalisasi Kota Tua, dan Insyaallah di saat waktunya tepat, saya sendiri sebagai penanggung jawab akan berkantor di Kota Tua," tegasnya.
Saat ini, pemerintah telah membentuk kelompok kerja (pokja) lintas sektor guna mempercepat koordinasi birokrasi dalam pengerjaan fisik maupun administratif.
Rano menambahkan bahwa pemilihan lokasi kantor di Kota Tua sudah dalam tahap finalisasi desain interior dan diharapkan rampung dalam waktu dekat.
"Mungkin satu bulan lagi baru kami akan pindah ke Kota Tua," ungkapnya.
Baca Juga: Jakarta Bidik Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan di 2029, Rano Karno: Itu Kebutuhan Dasar
Dalam teknis pelaksanaan revitalisasi, kawasan seluas ratusan hektar tersebut akan dibagi ke dalam tiga segmentasi wilayah yang memiliki fungsi berbeda.
Zona inti yang menjadi jantung dari situs bersejarah tersebut akan mendapatkan perhatian pertama sebelum merambah ke zona pengembangan dan penunjang.
"Yang namanya Museum Bahari, itu zona inti. Kemudian, ya kalau Alun-alun Fatahillah, teman-teman tahu lah. Jadi, artinya itu bagian zona inti," papar Rano secara mendalam.
Selain pemugaran bangunan lama, aspek kenyamanan pengunjung dan nasib pedagang kaki lima (PKL) turut menjadi poin krusial dalam rencana revitalisasi Kota Tua.
Pemprov DKI berencana melakukan penataan ruang yang harmonis agar aktivitas ekonomi warga tetap berdenyut tanpa merusak estetika kawasan cagar budaya.
"Tentu harus kami berikan fasilitas, namun kami atur agar suasana Kota Tua itu tidak terganggu, tapi itu menjadi bagian kehidupan masyarakat itu sendiri," pungkas Rano.
Berita Terkait
-
Syuting Extraction: Tygo di Jakarta Berjalan Sukses, Ma Dong Seok Ucapkan Terima Kasih ke Rano Karno
-
Jakarta Bidik Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan di 2029, Rano Karno: Itu Kebutuhan Dasar
-
Tanam Pohon di Makam Vidi Aldiano, Ayah Izin ke Rano Karno
-
Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok
-
Rano Karno Ungkap Strategi Jitu Selamatkan Rp15 Triliun PAD Jakarta Lewat Geliat Budaya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik