Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hasyim Asy’ari diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua KPU pada Rabu (3/7/2024).
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menyatakan Hasyim terbukti melakukan pelanggaran kode etik, berupa tindakan pelecehan seksual. Bukti kasus asusila ini terungkap dalam sidang pembacaan putusan dugaan pelanggaran Ketua KPU yang digelar di kantor DKPP.
Lantas seperti apa kasus pelecehan seksual yang membelit Hasyim Asy’ari? Berikut ulasannya.
Korban merupakan anggota PPLN Belanda
Dalam sidang DKPP disebutkan, Hasyim Asy’ari telah terbukti melakukan pelecehan seksual kepada seorang perempuan berinisial CAT, yang merupakan anggota panitia pemilihan luar negeri (PPLN) di Belanda.
Dalam pokok aduan, didalilkan Hasyim Asy’ari telah mengutamakan kepentingan pribadi dan memberikan perlakuan khusus pada CAT ketika menjalankan tugas-tugasnya.
Modus Hasyim dekati CAT
Untuk memuluskan aksinya, Hasyim disebut melakukan sejumlah manuver untuk mendekati CAT. Mulai dari melakukan komunikasi yang intens hingga mengubah Peraturan KPU.
Anggota DKPP, J Kristiadi mengatakan, Hasyim mengubah ketentuan Pasal 90 ayat (4) Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2021 dengan PKPU Nomor 5 Tahun 2022 tentang Tata Kerja KPU.
Sebelumnya, Pasal 90 ayat 4 melarang adanya hubungan khusus antara sesama penyelenggara pemilu, baik itu dalam bentuk pernikahan, pernikahan siri atau tinggal bersama tanpa ikatan perkawinan.
“(Setelah diubah) menjadi hanya larangan berada dalam ikatan perkawinan dengan penyelenggara pemilu saja,” ujar J Kristiadi dalam sidang putusan pelanggaran etik Hasyim Asy'ari, Rabu (3/7/2024).
J Kritiadi melanjutkan, setelah peraturan itu berubah, Hasyim langsung gencar melakukan pendekatan dan memberikan perlakuan khusus pada korban.
Kerap bertemu di luar urusan kedinasan
DKPP juga mengungkapkan, hubungan Hasyim dan korban semakin tidak wajar. Hubungan keduanya tak lagi seperti antara atasan dan bawahan, melainkan seperti sepasang kekasih.
Keduanya makin intens menjalani komunikasi dan membahas hal-hal di luar urusan kedinasan. Bahkan, Hasyim juga disebutkan beberapa kali membayarkan tiket pesawat untuk CAT.
Hasyim janji nikahi korban
Tak hanya itu, Hasyim juga sempat mengajak korban melakukan hubungan seksual dan berjanji akan menikahi.
Hasyim juga disebut bersedia membelikan sebuah apartemen untuk korban dan memberikan biaya hidup sebesar Rp30 juta per bulan.
Hasyim paksa korban berhubungan badan
DKPP juga menyebut, Hasyim telah memaksa CAT melakukan pelecehan seksual pada 3 Oktober 2023 lalu.
Dalam sidang, anggota DKPP Ratna Dewi Pettlolo mengatakan, hal itu bermula ketika KPU menggelar acara bimbingan teknis PPLN di Den Haag, Belanda, 2 hingga 7 Oktober 2023.
Pada 3 Oktober 2023 malam, korban mengaku diminta untuk datang ke kamar hotel Hasyim. Korban memenuhi permintaan itu dan keduanya berbincang di ruang tamu kamar hotel.
"Pada awalnya, pengadu terus menolak, namun teradu tetap memaksa pengadu untuk hubungan badan (melakukan pelecehan seksual)," kata anggota DKPP Ratna Dewi Pettalolo.
Tagar ‘penjahat kelamin’ jadi trending topic
Pemecatan Hasyim Asy’ari sebagai Ketua KPU akibat kasus pelecehan seksual menjadi perhatian warganet, khususnya di media sosial X.
Kamis (4/6/2024) pagi, tagar ‘penjahat kelamin’ berkumandang dan menjadi trending topic. Ribuan komentar menyematkan kata kunci itu sambil memberikan beragam komentar.
Tak sedikit yang memberikan komentar bernada pedas, mulai dari sindiran, keritikan hingga kecaman atas tindakan yang dilakukan oleh Hasyim.
"Penjahat Kelamin Itu Bernama Hasyim Asy’ari," tulis salah satu warganet.
"Tanpa beban, si penjahat kelamin dgn muka mesum ini ngumumin hasil pilpres didepan jutaan rakyat dengan mengatakan: 'Dengan menyebut nama Tuhan YME ....'" sambung warganet lainnya.
"Serendah-rendahnya narapidana adalah napi dengan kasus penjahat kelamin," tandas lainnya.
CAT beri apresiasi DKPP
Usai Hasyim Asy’ari diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua KPU, CAT yang merupakan korban sekaligus pengadu dalam kasus dugaan pelecehan seksual itu, angkat bicara.
Dalam keterangan resminya pada awak media, Rabu (3/7/2024), CAT mengapresiasi DKPP atas putusan perkara Nomor 90-PKE-DKPP/V/2024 tentang kasus pelecehan seksual.
"Saya ingin menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada DKPP yang telah menangani dugaan pelanggaran kode etik oleh Ketua KPU dengan mengedepankan prinsip keadilan, kemandirian, imparsialitas, dan transparansi,” ujar CAT.
Dalam kesempatan itu, ia juga menghaturkan terima kasih pada pihak-pihak yang selama ini telah membantunya dalam mengawal kasus ini, termasuk kalangan media massa dan sejumlah LSM peduli perempuan.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Dipecat Gegara Cabul, Ketua KPU Hasyim Asy'ari Nekat Ubah Aturan PKPU Agar Bisa Setubuhi Korban Asusila
-
Pantes Aja Berani Goda Petugas PPLN Belanda, Segini Gaji Hasyim Asy'ari Jadi Ketua KPU
-
Gegara Tindak Asusila, Hasyim Asyari Malah Lega Diberhentikan dari Ketua KPU RI
-
DKPP Sebut Hasyim Minta Vincent-Desta Buatkan Video untuk Pengadu: Special for You, Diajengku
-
Potret Hasyim Asy'ari usai Dipecat dari Ketua KPU karena Tiduri Anggota PPLN Den Haag
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?