Suara.com - Ledakan dan tembakan dengan cepat menjadi hal biasa di Swedia, seiring dengan pembunuhan massal yang terus merusak negara Skandinavia tersebut.
Besarnya krisis ini telah menjadikan Swedia sebagai “ibukota kejahatan senjata di Eropa” dan dengan permasalahan yang semakin memburuk, pemerintah berada di bawah tekanan yang kuat untuk menyelesaikan masalah ini.
Serentetan kekerasan geng yang terbaru terjadi ketika seseorang berpakaian hitam melemparkan granat tangan ke dalam sebuah toko dan melukai beberapa orang yang melihatnya.
Insiden tersebut terjadi di pinggiran Geneta yang berbahaya di kota kecil Södertälje pada tanggal 22 Juli. Seorang pria ditembak dan terluka di jalan terdekat sehari kemudian.
Perdana Menteri Ulf Kristersson dan sekutunya dari sayap kanan mulai berkuasa dua tahun lalu. Mereka bersumpah untuk menghentikan kekerasan geng yang brutal selama sepuluh tahun.
Sampai saat ini, mereka telah gagal. Pada tahun 2024, Swedia telah menyaksikan 148 penembakan, 20 di antaranya berakibat fatal. Tahun sebelumnya ada 53 kematian akibat senjata. Pada tahun 2022, terjadi 62 penembakan yang berakibat fatal.
Membandingkan angka di Inggris dengan negara Nordik, ONS melaporkan bahwa pada tahun hingga Maret 2022, 28 orang tewas akibat penembakan.
Oleh karena itu, meskipun populasi Swedia kurang dari seperenam jumlah penduduk Inggris, angka kematian akibat penembakan dua kali lebih tinggi.
Awal tahun ini, akademisi terkemuka Swedia Göran Adamson dari Universitas Uppsala memperingatkan negaranya sedang menghadapi kemungkinan "perang saudara".
Mungkin statistik yang paling mencolok adalah perbandingan antara tingkat pembunuhan bersenjata di London dan ibu kota Swedia. Pada tahun 2022, tingkat pembunuhan bersenjata di Stockholm kira-kira 30 kali lipat dibandingkan London, meskipun populasinya hanya 975.000 jiwa.
Para ilmuwan politik yang berbicara kepada Politico telah memperingatkan bahwa jika pemerintah Swedia gagal mengatasi krisis ini, para pemilih mungkin akan memecat mereka dari jabatannya.
Para ahli mengatakan pemerintah harus menunjukkan kemajuan sebelum pemilu berikutnya pada tahun 2026, dan survei menunjukkan bahwa hal ini masih menjadi isu utama bagi para pemilih.
Jonas Hinnfors, ilmuwan politik di Universitas Gothenburg, mengatakan: "Jika pengurangan kejahatan tetap menjadi agenda utama politik...pemilih kemungkinan besar akan menghukum pemerintah, mengingat pengurangan kejahatan telah menjadi bagian penting dari program kebijakan."
Berita Terkait
-
Luluh Lantak! Ledakan di Cengkareng Hancurkan Puluhan Rumah, Tim Gegana Turun Tangan
-
Pos Polisi Bintaro Tangsel Terbakar, Terdengar Suara Ledakan Sebelum Api Berkobar
-
Prancis Tetap Kirim Senjata ke Israel Meski Dikritik Global
-
Baru Diadopsi, Anjing Husky Balas Budi Selamatkan Nyawa Satu Keluarga dari Ledakan Gas Berbahaya
-
Menhan Israel Desak Netanyahu Terima Usulan Mesir untuk Pertukaran Sandera dan Gencatan Senjata di Jalur Gaza
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat