Sementara itu, salah satu investor penerima JIA 2024 kategori Penanaman Modal Asing (PMA), Santi Wijaya, selaku Direktur Keuangan Park Royal Services Suites membeberkan alasan grup bisnisnya, The Pan Pacific Hotels, yang berbasis di Singapura, memilih berinvestasi di Jakarta. “Kami masih belum punya cabang di Indonesia. Jadi, kami pilih Jakarta. Karena Jakarta salah satu potensi terbesar dan untuk harapan saat Jakarta sudah tak jadi Ibu Kota," jelasnya.
Santi berharap, Jakarta akan terus berkembang sebagai pusat bisnis, meski tak lagi menyandang status sebagai ibu kota. “Jakarta bisa berkembang sebagai pusat bisnis, seperti New York, sehingga perhotelan yang kami kembangkan di sini tetap maju,” paparnya.
Sedangkan ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menegaskan, Jakarta merupakan daerah di Indonesia yang paling berpotensi menjadi kota bisnis berskala global. "Jakarta sangat luas dengan potensi ekonomi yang terus tumbuh. Setiap tahun arus urbanisasi membuat pasar Jakarta semakin tinggi. Belum lagi ditopang oleh teknologi yang cepat diadaptasi oleh masyarakat Jakarta," tandasnya.
Huda pun yakin, perpindahan status ibu kota dari Jakarta ke Nusantara tak akan memengaruhi minat investor untuk terus datang ke Jakarta. "Aktivitas ekonomi yang sudah normal, bahkan meningkat, saya rasa, mendongkrak minat investor untuk investasi di Jakarta. Bahkan, setelah IKN pindah ke Kaltim, ekonomi Jakarta tetap menarik. Sektor ekonomi yang tumbuh pesat adalah sektor tersier berupa jasa, karena memang berkembangnya ke arah sana. Hotel, perdagangan, dan sektor real estate bisa berkembang di Jakarta untuk ke depan," terangnya.
Berita Terkait
-
Badai PHK Terbanyak Menerjang Jakarta, Heru Budi Buka Suara
-
Heru Budi Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Hanya untuk Warga Tak Mampu
-
Fenomena Anak Cuci Darah, Heru Budi: Kebanyakan Main Gadget Terus Minum Minuman Kemasan
-
Istana Tak Masalah 500 Projo Ke IKN Bareng Jokowi, Heru Budi: Namanya Relawan Sah Saja
-
Pemprov Jakarta Diminta Awasi Jajanan Sekolah, Heru Budi: Kita Punya Alatnya
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM