Suara.com - Panitia Kerja (Panja) RUU Watimpres DPR RI bersama Pemerintah menyepakati jika Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) diubah namanya jadi Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Hal itu ditambahkan dalam usulan Revisi Undang-Undang Watimpres yang dibahas, Selasa (10/9/2024) ini.
Dengan kesepakatan itu, Wantimpres tidak jadi berubah namanya menjadi Dewan Pertimbangan Agung atau DPA.
Sebelumnya, pemerintah mengusulkan perubahan Pasal 16 dalam RUU Wantimpres soal nama tetap Wantimpres. Hanya saja Ketua Panja RUU Wantimpres DPR RI Achmad Baidowi alias Awiek meminta pendapat masing-masing perwakilan fraksi.
Mayoritas perwakilan fraksi anggota Panja menyatakan usulan agar Dewan Pertimbangan Presiden ditambahkan namanya dengan kalimat Republik Indonesia. Awiek lantas bertanya kepada pemerintah, soal pengubahan nama itu.
Pemerintah pun menyatakan setuju nama Wantimpres berubah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.
"Terima kasih silahkan dari pemerintah meskipun usulannya mengubah itu tapi ada perkembangan," kata Awiek dalam rapat.
"Kami setuju pak ketua ditambah Republik Indonesia," jawab perwakilan pemerintah.
Untuk itu, Awiek menegaskan, jika semua sepakat nama Watimpres ditambahkan di belakangnya Republik Indonesia.
"Setuju ya dibungkus nih," kata Awiek
Baca Juga: Sebut Cara Hidupkan DPA Mesti Amendemen UUD, HNW: Kalau Dipaksakan Bisa Diadukan ke MK
"Jadi (namanya) Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia," sambungnya.
Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas mengatakan, jika usulan nama DPA tak disetujui pemerintah. Pemerintah dalam usulannya di RUU Watimpres tetap namanya Watimpres.
"Kemudian kalau untuk RUU Wantimpres terkait dengan nomenklatur, pemerintah beranggapan bahwa sebaiknya tetap dalam nomenklatur Dewan Pertimbangan Presiden. Yang tadinya diusulkan oleh DPR itu Dewan Pertimbangan Agung," kata Supratman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin kemarin.
"Namun demikian nanti kami akan menyerahkan karena Undang-Undang Kementerian Negara itu kan leading sector-nya Menko Polhukam, kemudian untuk Wantimpres kalau nggak salah Menpan, tapi kira-kira itu yang urgent," sambungnya.
Berita Terkait
-
Sebut Cara Hidupkan DPA Mesti Amendemen UUD, HNW: Kalau Dipaksakan Bisa Diadukan ke MK
-
TOK, TOK, TOK, Palu 'Inskontitusional' Dewan Pertimbangan Agung Siap Diketok?
-
Bamsoet Tak Masalah Wantimpres Diubah jadi DPA, Ini Alasannya!
-
Tuai Polemik, Yusril Tanggapi Wacana DPA Dihidupkan Lagi Lewat RUU Wantimpres, Simak!
-
Mau Gabung DPA Di Pemerintahan Prabowo? Jokowi Tegaskan Rencana Pensiun Jadi Rakyat Biasa Di Solo
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan
-
Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi
-
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama
-
BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi
-
Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
-
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
-
Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas
-
Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat
-
Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral
-
Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional