Suara.com - Mumbai diguncang setelah pembunuhan Baba Siddique, mantan menteri Maharashtra, pada Sabtu malam. Geng Lawrence Bishnoi tidak hanya mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut, tetapi juga mengancam siapa pun yang mendukung aktor terkenal Salman Khan akan menjadi target mereka berikutnya.
Baba Siddique, yang dikenal luas sebagai sosok politik dengan pengaruh besar, ditembak mati di dekat kantor putranya, MLA Zeeshan Siddique, di Bandra East. Spekulasi bahwa geng Bishnoi terlibat dalam pembunuhan ini mulai beredar segera setelah insiden tersebut.
Kecurigaan tersebut dikonfirmasi pada hari Minggu, melalui sebuah unggahan di Facebook oleh Shubham Rameshwar Lonkar, seorang anggota geng yang mengaku bertanggung jawab atas aksi tersebut.
Meski Shubham saat ini berada di penjara, polisi mengungkapkan bahwa unggahan itu dibuat oleh saudaranya, Pravin Lonkar, yang segera ditangkap pada Minggu malam.
Dalam unggahannya, Lonkar menyatakan bahwa pembunuhan Siddique dilakukan karena keterkaitannya dengan teroris paling dicari di India, Dawood Ibrahim, serta hubungannya dengan Salman Khan.
Lonkar juga menyinggung kematian Anuj Thapan, salah satu tersangka yang ditangkap dalam kasus penembakan di luar rumah Salman Khan, yang diduga meninggal karena bunuh diri di tahanan polisi pada Mei lalu. Namun, keluarga Thapan mengklaim ia meninggal karena disiksa.
"Kami tidak memiliki permusuhan dengan siapa pun, tetapi siapa pun yang membantu Salman Khan dan geng Dawood, bersiaplah untuk membayar harganya," tulis Lonkar dalam unggahannya.
Baba Siddique dikenal sebagai tokoh yang sering mengadakan acara mewah, termasuk pesta iftar yang pada 2013 berhasil mendamaikan Salman Khan dan Shah Rukh Khan setelah lima tahun perseteruan. Kehadirannya di dunia selebriti membuat namanya semakin dikenal, dan bahkan setelah ditembak, Salman Khan mengunjungi rumah sakit tempat Siddique dirawat serta kediamannya pada hari berikutnya.
Namun, hubungan ini tampaknya menjadi alasan mengapa geng Bishnoi menargetkan tokoh-tokoh yang berhubungan dengan Salman Khan. Pada November 2023, tembakan dilepaskan di rumah penyanyi Punjabi Gippy Grewal di Vancouver, Kanada, setelah ia memuji Salman Khan.
Baca Juga: Sempat Pindah Partai, Seorang Politikus di India Tewas Ditembak
Geng Bishnoi juga mengklaim bertanggung jawab atas insiden penembakan di dekat rumah penyanyi AP Dhillon pada bulan September, setelah Dhillon merilis video lagu yang menampilkan Salman Khan.
Motif utama geng Bishnoi terhadap Salman Khan tampaknya terkait dengan dugaan penembakan kijang hitam oleh Salman di Jodhpur pada 1998. Komunitas Bishnoi menganggap kijang hitam sebagai hewan suci, dan sejak itu, mereka menyimpan dendam terhadap aktor tersebut. Lawrence Bishnoi bahkan pernah mengancam akan membunuh Salman Khan selama persidangan pada 2018.
"Kami akan membunuh Salman Khan di Jodhpur. Semua orang akan tahu setelah kami bertindak." katanya.
Dengan meningkatnya ancaman, keamanan di sekitar kediaman Salman Khan, Galaxy Apartments di Bandra, telah diperketat. Penembakan di luar rumahnya pada April 2023 semakin meningkatkan kekhawatiran bahwa geng Bishnoi berupaya menghabisi sang aktor dan keluarganya.
Sementara itu, keamanan di wilayah Malabar Hill, tempat tinggal beberapa tokoh politik penting seperti Menteri Utama Eknath Shinde dan Wakil Menteri Utama Devendra Fadnavis, juga diperketat. Polisi telah meningkatkan patroli di kawasan tersebut sebagai tindakan pencegahan, mengingat hubungan Baba Siddique dengan lingkaran politik di Maharashtra.
Pihak berwenang masih menyelidiki kasus ini, sementara ketegangan terus memuncak di kalangan selebriti dan tokoh politik yang terhubung dengan Salman Khan.
Berita Terkait
-
Sempat Pindah Partai, Seorang Politikus di India Tewas Ditembak
-
Profil Zulfikar Achmad, Anggota DPR RI Tertua periode 2024-2029 yang Pernah 10 Tahun Jadi Bupati Bungo
-
Heboh Soal Fufufafa Hingga Caleg Bermasalah Tetap Dilantik, Ibnu Jamil Pernah Bahas Pentingnya Rekam Jejak Politisi
-
Mempelajari Dunia Politikus Bersama Buku Sam Houston and the Alamo Avengers
-
APPI Kecam Ulah WNI jadi Komplotan Gengster di Jepang: Harus Disanksi Tegas!
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733