Suara.com - Nama Edward Tannur kembali menjadi sorotan publik setelah anaknya, Ronald Tannur, diduga terlibat dalam kasus suap miliaran rupiah kepada seorang hakim agung.
Kasus ini mencuat ketika pengacara Ronald Tannur, Lisa Rahmat (LR), diduga menyiapkan dana suap yang rencananya akan diberikan melalui eks Kepala Balitbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung (MA), Zarof Ricar (ZR).
Lantas, seperti apa karier Edward Tannur yang punya kekayaan fantastis?
Edward Tannur adalah seorang politisi sekaligus pengusaha terkemuka yang lahir di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pada 2 Desember 1961.
Memulai karier bisnis sejak usia muda, Edward menjabat sebagai Direktur Swalayan Tulip sejak tahun 1980 dan merambah sektor jasa konstruksi pada tahun 1983.
Selain itu, Edward juga pernah memimpin beberapa organisasi besar di daerah, termasuk Ketua Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (Gapeknas) Kabupaten Timor Tengah Utara serta Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di wilayah tersebut.
Edward juga aktif di dunia politik. Ia menjabat sebagai Ketua Komisi C di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara dari 2004 hingga 2007 dan kemudian sebagai Ketua Fraksi PKB pada periode 2005-2009.
Pada Pemilu 2019, Edward berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI untuk daerah pemilihan NTT II, setelah upaya pertamanya pada 2009 tidak berhasil.
Kekayaan Edward Tannur
Laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) mencatat bahwa Edward memiliki kekayaan mencapai Rp 11,1 miliar per 31 Desember 2022.
Kekayaan tersebut termasuk empat bidang tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 8,9 miliar serta sembilan unit kendaraan dengan nilai total Rp 1,4 miliar. Edward juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 30 juta serta kas sebesar Rp 744 juta, yang menjadikan total kekayaannya sebesar Rp 11.143.172.793.
Berita Terkait
-
Tok! Palu MA Kukuhkan Vonis 14 Tahun Pengacara Ronald Tannur, Lisa Rachmat Gagal Total
-
Akhir Perjuangan Ibu Ronald Tannur, Dijebloskan ke Lapas Pondok Bambu Buntut Suap Hakim
-
Jejak 'Uang Haram' Zarof Ricar Terendus, Aset Baru Rp 35 M Atas Nama Anak Ikut Disita
-
Eks Ketua PN Surabaya Divonis 7 Tahun: Terbukti Jual Perkara Ronald Tannur, Terima Suap Rp 21 Miliar
-
Jalani Sidang Vonis, Nasib Rudi Suparmono Hakim Pemvonis Bebas Ronald Tannur Ditentukan Hari Ini
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Pramono Larang PKL Jualan di Trotoar, Penertiban Diminta Permanen
-
Sambut Tahun Kuda Api, Pedagang Ornamen Imlek di Glodok Raup Omzet Belasan Juta
-
Pramono Anung Larang Ormas Razia Rumah Makan Saat Ramadan, Tegaskan Jakarta Harus Damai
-
Pramono Anung Bikin Gebrakan: Bakal Ada Haul Akbar Ulama dan Pejuang Betawi di Monas
-
Gibran Dorong RUU Perampasan Aset, ICW: Jangan Sekadar Lip Service
-
Pramono Anung Borong Bandeng Raksasa 14 Kilogram di Rawa Belong
-
Kisah Ramadan Pertama Para Mualaf: Antara Adaptasi, Haru, dan War Takjil
-
Bahlil Mantap Nyaleg 2029: Wartawan Jangan Tanya Lagi, Saya Caleg!
-
Kemensos Gandeng YLKI Tindaklanjuti Aduan BPJS PBI Nonaktif, Puluhan Laporan Masuk
-
Gus Ipul Minta Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal BPJS PBI