Mengingat tindakan permusuhan terbaru rezim Israel terhadap legitimasi PBB seperti merobek-robek Piagam PBB, menyatakan Sekretaris Jenderal PBB sebagai persona non grata, melarang operasi UNRWA di wilayah pendudukan, membunuh ratusan staf PBB yang aktif di bidang penyediaan layanan kemanusiaan untuk warga sipil Palestina, dan sama sekali tidak mengetahui perintah sementara ICJ, melanggar berbagai ketentuan Piagam PBB khususnya Pasal 2, paragraf IV, sudah saatnya untuk memulai pengusiran rezim Israel dari PBB.
Menetapkan sanksi persenjataan, energi, perdagangan dan ekonomi yang komprehensif terhadap rezim Israel dan semua entitas serta korporasi yang mendukung pendudukan rezim ini atas Palestina oleh semua negara anggota merupakan tindakan yang mendesak dan perlu untuk melindungi rakyat Palestina dan Lebanon dari agresi militer Israel dan pelanggaran hak asasi manusia serta kemanusiaan yang sistematis.
KTT harus mengutuk keras agresi Israel yang meluas ke negara lain di kawasan termasuk Lebanon, Suriah, Yaman, sebagai kebijakan yang disengaja untuk menyeret seluruh kawasan ke dalam perang dan konflik habis-habisan yang sejalan dengan kepentingan jahatnya sendiri.
Mengingat temuan ICJ bahwa rezim pendudukan Israel melanggar Pasal 3 CERD, tentang larangan segregasi rasial dan apartheid, KTT harus secara kuat mendukung pembentukan kembali Komite Khusus PBB melawan Apartheid rezim Israel.
Saya berterima kasih.
Berita Terkait
-
Suporter Diminta Hindari Laga Prancis vs Israel, Buntut Kekerasan usai Pertandingan di Amsterdam
-
Kerusuhan Suporter Israel Vs Belanda: Amsterdam Mencekam, PM Beri Peringatan Keras!
-
Israel Terus Serang Wilayah Lebanon Selatan, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.100 orang
-
Maskapai Italia & Prancis Hentikan Penerbangan ke Israel Hingga 2025, Sektor Teknologi Terpukul
-
Tragedi di Tyre: 12 Paramedis Gugur Diserang Israel, Lebanon Kecam Kejahatan Perang
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN