Suara.com - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan pada Rabu (13/11) bahwa negaranya tidak akan menyetujui gencatan senjata dengan Lebanon kecuali beberapa syarat utama dipenuhi.
Salah satunya adalah penarikan kelompok Hezbollah ke utara Sungai Litani serta jaminan keamanan bagi warga Israel utara untuk kembali ke rumah mereka.
"Kami tidak akan membuat [gencatan senjata] apa pun, kami tidak akan mengendurkan tekanan, dan kami tidak akan mengizinkan perjanjian apa pun yang tidak mencakup pencapaian tujuan perang - dan yang paling utama adalah hak Israel untuk menegakkan dan bertindak sendiri melawan segala bentuk aktivitas teroris," ujar Katz dalam kunjungannya ke Komando Utara bersama Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel.
Pernyataan tegas ini datang di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan, yang telah memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Katz menekankan bahwa Israel akan terus menargetkan infrastruktur teroris Hezbollah, bahkan hingga jantung ibu kota Lebanon, Beirut.
"Infrastruktur teroris di Beirut sedang runtuh - kami akan terus melumpuhkan Hezbollah di mana pun," tegas Katz.
Upaya ini, menurutnya, penting untuk memastikan keamanan jangka panjang bagi Israel.
Berita Terkait
-
Lebanon Tunggu Usulan Gencatan Senjata, Ketegangan dengan Israel Memanas
-
Keluarga Israel Desak Kesepakatan Pembebasan Sandera di Gaza
-
Gaza di Ambang Kelaparan, AS Desak Israel Segera Akhiri Perang
-
Tegang! Rusia Peringatkan Israel Hentikan Serangan Udara Dekat Pangkalan Militernya di Suriah
-
82,5% Warga Israel Takut Kembali ke Palestina Utara, Konflik dengan Hizbullah Jadi Momok
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas
-
Kehilangan Binar Masa Kecil: Apakah Menjadi Dewasa Berarti Berhenti Bermimpi?
-
Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya
-
Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS
-
Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?
-
Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global
-
Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau
-
Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!
-
Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI
-
Viral Cekcok di Polsek Cengkareng, Ternyata Buntut Debt Collector Paksa Masuk Mobil Warga