Suara.com - Calon Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Elly Fariani menawarkan konsep Governence Risk dan Complience atau GRC dalam perannya sebagai Dewas KPK untuk menutup celah penyalahgunaan wewenang dan menciptakan pertanggungjawaban publik di KPK.
Hal itu disampaikan Elly dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test Cadewas KPK di Komisi III DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2024).
Awalnya ia menyampaikan jika dalam proses ujian ini dirinya mendapatkan tugas untuk membuat makalah dengan tema optimalisasi peran pengawasan dan etik dari KPK dalam menutup celah penyalahgunaan wewenang dan menciptakan pertanggungjawaban publik.
"Menurut saya upaya untuk mengoptimalisasikan pengawasan terhadap etik dari insan KPK dan juga tentunya menutup celah-celah dari penyalahgunaan kewenangan ini, sebenarnya satu secara konsep secara teori yang saya yakini cukup efektif di dalam mencegah itu adalah dengan penegakaan GRC, Governence Risk dan Complience," kata Elly.
Menurutnya, strategi GRC ini penekannya terhadap aturan main yang berlaku bagi organisasi atau lembaga KPK itu sendiri.
"Saya mengusulkan ada 5 komponen yang menurut hemat saya akan sangat bisa menjadi efektif di dalam menutip celah-celah penyalahgunaan, termausk juga meningkatkan efektivitas daripada kode etik itu ada 5 area yang saya soroti. Yaitu penerapan GRC sendiri, dan kemudian juga tentunya penegakan dan penerapan kode etik secara efektif dan saya yakin di KPK itu sudah dibangun, sudah ada," katanya.
Kemudian juga yang tak kalah pentingnya, kata dia, adalah kejelasan peraturan dan aturan pelaksanaan di bawahnya.
"Nah ini untuk menghindarkan ambiguiti dalam setiap insan suatu organisasi dalm menjalankan tugansya. Tentunya aturan pelaksanaannya, aturan operasionalisasinya harus mengacu kepada aturan yang menjadi mandat dari organisasi tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut, menurutnya, apa yang dipaparkannya tersebut akan sangat efektif bila dibangun sistem pelaporan yang valid dan handal.
"Nah kemudian juga ini yang menurut saya juga sangat efektif apabila ditegakan dengan baik dan dibangun dengan tata kelola yang baik adalah, dan terakhir, semua itu tidak akan berfungsi atau tidak bejalan dengan baik jika SDM-SDM yang mengelola organisasi tersebut tidak berkompeten," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sebut Deflasi Bikin Politik Uang Makin Sulit Diberantas, Mantan Pimpinan KPK: Kita Tak Boleh Alami Multi-Krisis
-
Fit and Proper Test Capim di DPR, Purnawirawan Jenderal Polri Ini Sindir OTT KPK: Tukang Becak juga Bisa!
-
Disebut Sahroni Cuma Tukang Servis HP, Lex Wu Kuliti Status Mahasiswa Ivan Sugianto: Masih Kuliah Berlagak Bak Pengacara
-
Bawaslu Umumkan Hasil Investigasi Sore Ini, Prabowo Bakal Kena Sanksi Video Dukung Ahmad Luthfi?
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Peluang Emas Lulusan SMK: Perusahaan Raksasa Rusia Tawarkan Gaji Rp43 Juta, Pemerintah RI Buka Jalan
-
Indeks Perkembangan Harga Tiga Provinsi Terdampak Bencana Turun Signifikan
-
Inosentius Dapat Tugas Baru, DPR Beberkan Alasan Adies Kadir Dipilih Jadi Hakim MK
-
Ahok Sebut Tak Ada Temuan BPK dan BPKP Soal Penyewaan Terminal BBM oleh Pertamina
-
Integritas Dipertanyakan, DPR Klaim Adies Kadir Mampu Jaga Kredibilitas Hakim Konstitusi
-
Dicecar 30 Pertanyaan Soal Kematian Lula Lahfah, Apa Peran Reza Arap Sebenarnya?
-
Normalisasi Ciliwung Dikebut, Pramono Pastikan Relokasi dan Pembebasan Lahan Segera Berjalan
-
Rocky Gerung Usai Diperiksa di Kasus Ijazah Jokowi: Dapat Pisang Goreng dan Empat Gelas Kopi
-
5 Fakta Pernyataan Nyeleneh Noel di Sidang Pemerasan: Sebut Nama Purbaya hingga Minta Dihukum Mati
-
Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca, Pramono: Nggak Mungkin Jakarta Nggak Ada Genangan