Suara.com - Seorang influencer asal China baru-baru ini menggemparkan dunia, pasalnya dia sudah melakukan hal yang dinilai gila demi konten.
Pada tanggal 30 Oktober, Kong Yufeng, alias ‘King Kong Liuke’, memposting video kontroversial di Douyin, TikTok versi Tiongkok.
Di mana ia mengumumkan tantangan yang ia buat sendiri untuk hidup dengan makanan termurah yang bisa ia temukan setidaknya selama satu minggu.
Streamer populer ini mengatakan kepada penggemarnya bahwa dia telah menelusuri Zhihu, sebuah forum Tiongkok yang terkenal karena berbagi tips ramah anggaran, dan menemukan pakan babi sebagai pilihan terbaik.
Sekantong besar pakan babi hanya berharga 100 yuan (US$14) dan diduga tinggi protein, rendah lemak, dan “lebih sehat daripada makanan yang dibawa pulang,” jadi dia memutuskan untuk mencobanya di depan para penggemarnya.
Menurut Kong, pakan babi tersebut mengandung bahan-bahan alami seperti kedelai, kacang tanah, wijen, jagung, dan tambahan vitamin, namun rasanya tidak enak.
“Ini sangat asin! Agak asam juga! Aku tak sanggup; Saya perlu minum lebih banyak air,” kata Kong Yufeng kepada pemirsanya sambil mencoba menelan makanan babi yang dicampur dengan air panas.
Meskipun campuran keringnya berbau oatmeal seperti susu, versi yang disiapkan tidak begitu enak. Namun sang influencer tidak membiarkan hal itu menghentikannya untuk memberi tahu pemirsa bahwa dia akan mencoba menjalaninya setidaknya selama seminggu.
Meskipun Kong memperingatkan orang-orang untuk tidak mengikuti teladannya kecuali mereka “sangat miskin,” video viralnya masih mendapat banyak kritik di dunia maya.
Banyak yang menuduhnya mempromosikan makanan yang tidak dimaksudkan untuk konsumsi manusia sebagai cara untuk menghemat uang, sementara yang lain menuduhnya melakukan apa pun demi mendapatkan pandangan.
“Pada masa kelaparan, pakan babi merupakan sumber daya yang berharga. Namun saat ini, dengan standar hidup yang lebih baik, mengapa harus mengambil risiko seperti itu?” komentar satu orang.
“Bagaimana makanan yang dirancang untuk babi dapat memenuhi standar keamanan bagi manusia?” orang lain bertanya.
Seorang pakar nutrisi mengatakan kepada Shangyou News bahwa mengikuti contoh Kong Yufeng dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat buruk karena pakan babi tidak diformulasikan untuk pencernaan manusia dan jika mengandalkan makanan tersebut sebagai sumber makanan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, dan yodium.
Video Kong Yufeng mendapat jutaan penayangan di media sosial Tiongkok, namun semua perhatian tersebut harus dibayar oleh influencer tersebut, karena videonya tampaknya telah dihapus dan akunnya tidak lagi dapat ditelusuri di Douyin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
-
Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng
-
BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?
-
Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah
-
Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut
-
Dinilai Lebih Hemat, Bisakah Energi Surya Gantikan PLTD dan Kurangi Impor BBM?
-
Hilang 2 Hari, Mobil Boks Curian Tiba-Tiba Muncul Terparkir di Jalan S Parman
-
Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?
-
Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu
-
KPI Dorong Perempuan Jadi Pengawas Kebijakan Publik, Bukan Sekadar Partisipan