Suara.com - Serita Siregar, perwakilan warga Desa Ria-Ria, Humbang Hasunduntan, Sumatera Utara, menceritakan pengalamannya sebagai petani food estate.
Perwakilan warga Desa Ria-Ria tersebut mengungkap awalnya ada beberapa petani yang dijumpai oleh Direktorat Jenderal Holtikultura untuk menawarkan Desa Ria-Ria yang akan dijadikan food estate.
"Jadi mau menawarkan bahwa Ria-Ria mau dijadikan lahan food estate, tapi sebagai masyarakat tidak mengerti apa itu food estate dan kenapa ada program food estate, karena belum pernah dengar sama sekali," kata Serita dalam Diskusi Publik berjudul 'Food Estate Sumatra Utara Pasca Perpres Badan Otorita' yang dipantau di Khanah KPA, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2024).
Awalnya Serita mengaku tidak tertarik dengan program food estate karena masih memiliki rasa takut dengan pemerintah pada saat itu. Terlebih mereka tidak paham apa yang akan dikerjakan pemerintah terkait program tersebut.
"Jadi awal sebenarnya kami tidak begitu tertarik masih takut kalau program negara atau sesuatu yang dibangun dengan uang negara itu pasti jadi milik negara, kami takut kehilangan tanah kami," ungkap Serita.
Selain itu, Serita menjelaskan bahwa program food estate ini pernah mengalami kegagalan dalam pelaksanaan panennya karena sistem kejar target yang diberikan pemerintah.
"Kenapa gagal? karena sistem kerjanya kejar target, sementara masyarakat Ria-Ria bawang putih dan bawang merah masih belum mengerti cara tanammya, jadi karena kejar target itu, begitu dibajak pertama, minggu ini langsung dibajak kedua, langsung rotate, langsung pasang mesin tanam otomatis gagal," jelas Serita
Serita menambahkan bahwa faktor kegagalan panen tersebut juga dikarenakan pemerintah tidak berkonsultasi dulu dengan masyarakat terkait bagaimana cara kerja petani di Desa Ria-Ria.
"Cara mengolah atau budidaya tanam itu gak seperti itu, dibajak pertama biarkan dua bulan, bajak kedua biarkan satu bulan, bajak ketiga baru rotate, sudah rotate diamkan dia beberapa minggu, baru diolah, dimasukkan kompos, dimasukkan mesin-mesin baru tanam seperti itu sebenarnya," kata Serita.
Baca Juga: Anggaran Makan Bergizi Gratis Cuma Rp 10 Ribu per Porsi, Megawati: Hai Mas Bowo...
Terakhir, Serita mengungkapkan bahwa terdapat intimidasi dari pemerintah daerah yang tergabung dalam Koperasi Unit Bersama (KUB).
"Petani itu bekerja sama dengan KUB karena ada paksaan atau intimidasi dari KUB bahwa petani food estate harus bergabung ke KUB, apabila tidak bergabung dengan KUB, masa tanam kita tidak akan membantu, baik investor, baik off-taker maupun bantuan-bantuan lain tidak akan terlibat, atau tidak menerima manfaat dari KUB," pungkasnya. (Moh Reynaldi Risahondua)
Berita Terkait
-
Sekjen KPA Beberkan 6 Bahaya Food Estate: dari Perampasan Tanah Sampai Program Gagal yang Terulang!
-
Utang Pemerintah Tembus Rp 3.334 Triliun, BI Pastikan Akan Dibayar Tepat Waktu
-
Suriah Pasca-Assad: Negara Asing Berlomba Jalin Hubungan dengan Penguasa Baru
-
Guru Besar Desak Prabowo Cabut Permen LH, Sebut Jadi Bancakan, Ini Alasannya
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Dinilai Multitafsir, Pasal Larangan Menghasut Tak Beragama Digugat Mahasiswa ke MK
-
Arus Balik Nataru di Daop 1 Jakarta Masih Padat, Puluhan Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Vital
-
Banjir Rob di Jakarta Utara, Pasukan Biru Kerahkan Pompa Mobile di Titik Vital
-
Tiket Kerap Ludes, TIM Umumkan Jadwal Pertunjukan dan Jam Buka Loket Planetarium Terbaru
-
Waspada! Hujan Petir dan Angin Kencang Mengancam Jakarta Siang Ini
-
Ada Penebangan Pohon, Ini Daftar Halte Transjakarta Koridor 8 yang Terdampak
-
RPI Optimistis Jenderal Sigit Wujudkan Transformasi Budaya Polri di Tahun 2026, Ini Alasannya
-
Boni Hargens: Kapolri Sukses Kawal Prabowo-Gibran, Sinyal Transformasi Budaya Polri di 2026
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Puluhan Tersangka Ditangkap di Berbagai Kota
-
Ajang 'Pajang CV' Cari Jodoh: Fenomena Cindo Match di Mall of Indonesia