Suara.com - Kasus pemecatan AKBP Malvino Edward Yusticia telah menarik perhatian publik setelah dirinya terlibat dalam aksi pemerasan terhadap pengunjung Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024. Publik pun penasaran dengan sosoknya, termasuk kekayaan AKBP Malvino Edward Yusticia.
Malvino bersama dengan 16 anggota polisi lainnya terbukti meminta uang sebagai imbalan untuk membebaskan atau melepaskan orang yang diamankan terkait dugaan penyalahgunaan narkoba saat konser tersebut.
Akibat kasus pemerasan tersebut, Malvino dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dalam sidang Kode Etik Profesi Polri (KKEP) pada Kamis (2/1/2025). Ia terbukti melakukan pelanggaran etik dengan memeras penonton konser DWP 2024, termasuk warga negara Indonesia dan Malaysia yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
Selain pemecatan, Malvino juga dikenakan sanksi administratif berupa penempatan dalam tempat khusus selama enam hari, terhitung sejak 27 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025. Namun, meskipun dijatuhi sanksi, Malvino menyatakan akan mengajukan banding terhadap putusan tersebut.
Profil AKBP Malvino Edward Yusticia
Lahir pada tahun 1985, AKBP Malvino Edward Yusticia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2006 dan memiliki latar belakang pendidikan yang luas di bidang hukum dan kepolisian.
Malvino memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Negeri Jenderal Soedirman pada 2010 dan melanjutkan studi di bidang Ilmu Kepolisian di STIK-PTIK, yang ia selesaikan pada 2013.
Untuk memperdalam pengetahuannya, Malvino juga meraih gelar Magister Hukum pada 2012 dan Master of Strategic Studies dari Victoria University of Wellington, Selandia Baru, pada 2016.
Selama bertugas di Polda Metro Jaya, Malvino dikenal atas prestasinya dalam mengungkap berbagai jaringan narkoba internasional. Di antaranya, ia terlibat dalam pengungkapan sabu seberat 389 kg yang berasal dari Afghanistan dan pengungkapan sabu sebanyak 117 kg serta 90 ribu butir ekstasi yang melibatkan jaringan Malaysia - Riau - Jakarta.
Baca Juga: Susul Kombes Donald, Giliran AKBP Malvino Dipecat dalam Kasus Pemerasan Penonton Konser DWP
Keberhasilannya dalam memerangi narkoba menjadikannya seorang polisi yang dihormati, bahkan mendapatkan penghargaan langsung dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto, saat perayaan HUT ke-75 Polda Metro Jaya.
Kekayaan AKBP Malvino Edward Yusticia
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 12 Januari 2024, AKBP Malvino tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp716.500.000. Meskipun tidak memiliki tanah dan bangunan, ia memiliki sejumlah aset bergerak.
Malvino tercatat memiliki tiga kendaraan dengan total nilai Rp621.500.000, dengan rincian sebagai berikut:
- Mobil Toyota Alphard tahun 2015 senilai Rp315.000.000
- Mobil Toyota Innova tahun 2017 senilai Rp298.000.000
- Motor Honda Vario tahun 2017 senilai Rp8.500.000
Selain itu, ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp13.500.000 dan kas serta setara kas sebesar Rp81.500.000.
Demikianlah informasi terkait kekayaan AKBP Malvino Edward Yusticia, anggota polisi yang terlibat dalam aksi pemerasan terhadap pengunjung DWP 2024.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!