Suara.com - Menjelang akhir tahun 2024 dan awal tahun 2025, masyarakat Indonesia, terutama penerima Bantuan Sosial (Bansos), sangat menantikan pencairan dana bantuan dari berbagai program, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Berikut adalah cara cek bansos kemensos.go.id 2025.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan bahwa proses pencairan bansos untuk periode Desember 2024 dan Januari 2025 akan dilakukan secara bertahap.
Penerima manfaat dapat mengecek status penerimaan bantuan melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id dan melihat apakah bansos sudah cair atau belum. Berikut informasi selengkapnya.
Cara Cek Status Penerima Bansos
Di penghujung tahun 2024, terdapat dua bansos yang diterima masyarakat, yaitu bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah mereka termasuk penerima bansos PKH dan BPNT, berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan pengecekan melalui situs resmi:
- Kunjungi laman resmi cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih data wilayah penerima manfaat (PM), mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa tempat tinggal Anda
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Isi kode captcha yang ditampilkan untuk verifikasi
- Klik "Cari Data", dan sistem akan menampilkan status apakah Anda terdaftar sebagai penerima bansos atau tidak
- Jika terdaftar, Anda akan memperoleh informasi mengenai periode pencairan dan jumlah bantuan yang akan diterima
Nominal Dana Bansos PKH dan BPNT
Untuk program PKH, dana bantuan akan disalurkan dalam beberapa kategori, dengan jumlah berbeda-beda sesuai dengan status penerima, dengan rincian sebagai berikut:
- Ibu hamil dan dalam masa nifas diberikan bantuan sebesar Rp750.000 setiap tahap, yang totalnya mencapai Rp3.000.000 dalam setahun.
- Balita berusia 0 hingga 6 tahunmenerima bantuan sebesar Rp750.000 per tahap, dengan total tahunan Rp3.000.000.
- Siswa tingkat SD mendapatkan Rp225.000 per tahap, yang berarti Rp900.000 per tahun.
- Siswa SMP menerima Rp375.000 setiap tahap, atau Rp1.500.000 dalam setahun.
- Siswa SMA menerima jumlah bantuan Rp500.000 per tahap, yang totalnya Rp2.000.000 per tahun.
- Lansia yang berusia 70 tahun ke atas mendapatkan bantuan sebesar Rp600.000 setiap tahap, total tahunan Rp2.400.000.
- Penyandang disabilitas berat mendapat bantuan sebesar Rp600.000 per tahap, yang totalnya Rp2.400.000 setiap tahun.
Sementara itu, untuk BPNT, penerima akan menerima bantuan sebesar Rp400.000 setiap dua bulan sekali.
Baca Juga: Dianggap Matikan Usaha Rakyat Kecil, Uskup Jakarta Beri Warning Pemerintah soal Bansos: Hati-hati...
Daftar Bansos yang Siap Cair di Tahun 2025
Seiring dengan berjalannya tahun 2025, pemerintah Indonesia akan terus melanjutkan sejumlah program bantuan sosial untuk masyarakat yang membutuhkan. Berikut adalah beberapa jenis bansos yang siap cair pada tahun 2025:
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT): Rp200.000 per bulan yang disalurkan melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
- Program Keluarga Harapan (PKH): Bervariasi, mulai dari Rp900.000 hingga Rp3.000.000 per tahun, tergantung kategori penerima
- Beras 10 Kg: Bantuan pangan berupa beras 10 kg selama 6 bulan kepada 16 juta warga
- BLT Dana Desa: Rp300.000 per bulan untuk warga yang tidak menerima bansos lain
- Program Indonesia Pintar (PIP): Bantuan pendidikan untuk siswa SD hingga SMA dari keluarga kurang mampu
- Bansos Permakanan: Bantuan makanan siap saji bagi lansia dan penyandang disabilitas yang tinggal sendirian
- Program Makan Bergizi Gratis: Bantuan makan bergizi gratis untuk siswa PAUD hingga SMA serta santri
- Bansos Kesehatan PBI JKN: Bantuan jaminan kesehatan sebesar Rp42.000 per orang per bulan
Bantuan sosial yang disalurkan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan, dengan cara yang tepat sasaran dan merata.
Demikianlah informasi terkait cara cek bansos kemensos.go.id 2025 untuk mengetahui apakah sudah cair atau belum. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA