News / Nasional
Senin, 03 Maret 2025 | 14:27 WIB
Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksmana Madya (Laksdya) TNI Irvansyah. (bidik layar video)

Suara.com - Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksmana Madya (Laksdya) TNI Irvansyah mengatakan, lembaganya turut terdampak adanya pemangkasan anggaran sebagaimana adanya instruksi Presiden soal efisiensi.

Irvansyah menyebut, lembaganya memiliki pagu anggaran mencapai Rp 1,08 triliun. Namun jumlah itu harus direalokasi sebesar Rp 729 miliar.

"Anggaran realokasi lah iya, anggaran kita yang pertama turun itu Rp 1,085 triliun, terus kena efisiensi realokasi sekitar Rp 729-an miliar itu kalau gak salah," kata Irvansyah saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/3/2025).

Kendati begitu, ia mengatakan, pihaknya tetap berupaya maksimal untuk dapat tetap bekerja. Meskipun sejumlah sektor ikut terdampak dari adanya efisiensi anggaran.

"Iya iya, kita dapat hikmahnya itu sekarang pinter berhemat ya, pakai kertas mungkin tidak harus yang tebal-tebal kertasnya beli yang lebih ringan, lebih tipis ya yang berapa gram itu kalau bisa 2 kali kita pakai bisa 2 kali bolak balik," katanya.

"Terus macam-macam lah bisa nanti ada WFA juga kan work from anywhere lah sudah ada yang WFH, work from hospital, udah sakit dia, ada hikmahnya. Tapi mudah-mudahan lah kita tetap bisa kerja keras," sambungnya.

Kemudian Bakamla juga sampai membatalkan pembelian armada speedboat karena kurangnya anggaran akibat adanya efisiensi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, pembelian alat tulis kantor (ATK) harus dikurangi, bahkan konsumsi untuk keperluan rapat harus dibatasi.

"Kita ada yang gak jadi beli speedboat gitu gak cukup duitnya terus apa lagi ya? ATK berkurang, perjalanan dinas, protokoler," katanya.

Baca Juga: Anggaran KND Dipangkas Jadi Rp500 Juta: Efisiensi atau Diskriminasi Disabilitas?

"Kemarin kami terakhir Rapim bakamla semuanya zoom, cuma didukung air minum biar sehat minum air putih terus," imbuhnya.

Ia pun berkelakar kalau adanya efsiensi ini ada beberapa hikmah yang bisa dipetik. Ia memberikan contoh misalnya sebelum ada efisiensi Bakamla bisa menggelar rapat dengan sajian kopi dan susu, namun kekinian hanya dengan air mineral.

"Itu hikmahnya, selama ini banyak anggaran minum kopi, susu malah kadar gula naik, sekarang banyak minum air putih tanpa botol pakai ceret, lebih sehat, (jadi) pinter masa air sekarang," katanya.

Terakhir ia meyakini kalau keterbatasan anggaran dengan adanya efisiensi tidak akan mengganggu kinerja dari Bakamla.

"Karena ini (efisiensi) buat semuanya lah ya, bukan hanya untuk di Bakamla ya, kali ini kita diminta oleh negara untuk membantu mendukung pemerintah pembangunan ini tidak dengan nyawa, tidak dengan darah, tidak dengan air mata cukup berhemat saja, cukup berhemat, kerja yang lebih efisien lagi," tandasnya.

Load More