Suara.com - Hujan deras yang mengguyur sejak Senin (3/3) malam hingga Selasa (4/3) pagi hari menyebabkan banjir besar di berbagai wilayah, termasuk di perumahan Vila Nusa Indah, Bogor.
Ketinggian air yang mencapai lima meter pada tengah malam, menjadikannya banjir terparah sejak tahun 2020. Warga yang terdampak segera mengungsi, sementara tim evakuasi bergerak mengamankan korban, terutama ibu hamil dan anak-anak.
Sanjaya, seorang mahasiswa yang tinggal dekat lokasi banjir, mengungkapkan bahwa air mulai naik sejak dua hari lalu dan mencapai puncaknya pada pukul 12 malam akibat hujan yang terus-menerus mengguyur hingga pagi.
“Ini banjir terparah dari sebelumnya di tahun 2020, jadi lumayan parah banget karena sudah sampai di ketinggian lima meter kurang lebih,” kata Sanjaya di Gunung Putri, Bogor, Selasa (4/3/2025).
Menurut dia, sebagian besar rumah di pemukiman yang berada di dataran rendah terendam air.
“Mayoritas rumah ada di bawah, jadi lebih banyak yang terendam. Ada juga beberapa bagian vila yang tidak terkena, tapi sebagian besar kena,” ujarnya.
Menurut Sanjaya, salah satu faktor yang memperparah banjir adalah pertemuan dua aliran sungai yang berada di sekitar perumahan.
“Selain karena hujan, ini juga karena kalinya di atas, mungkin kurangnya selokan, dan kalinya kurang besar. Di sini ada pertemuan dua kali jadi satu, makanya banjirnya bisa besar banget,” jelasnya.
Proses evakuasi terus dilakukan sejak tadi malam. Sanjaya bersama tim evakuasi memprioritaskan penyelamatan kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.
Baca Juga: Ogah Pusing Jakarta Banjir, Bapak-bapak di Pejaten Asyik Mancing: Dapat Lele Dumbo!
“Saya bersama tim evakuasi tadi memantau dan cek siapa yang masih ada di dalam rumah, dan kita lebih mengutamakan salah satunya kayak ibu hamil dan anak-anak,” katanya.
Saat ini, para pengungsi dalam kondisi aman karena sebelumnya sudah mendapat peringatan terkait potensi banjir. Warga telah mengantisipasi dengan memindahkan kendaraan dan barang-barang penting.
Beberapa warga juga tetap menjalankan ibadah puasa meskipun dalam kondisi darurat.
Sementara itu, wilayah Condet, Jakarta Timur, juga mengalami banjir.
Riyan, seorang karyawan swasta yang tinggal di sana, mengatakan bahwa air mulai naik pada pagi hari.
“Terakhir banjir tahun 2007. Kayaknya banyak yang ngungsi, tapi tidak tahu pastinya berapa,” katanya.
Berita Terkait
-
Banjir Rendam Kawasan Grand Galaxy City Bekasi
-
Sudah Ratusan RT Terendam dan Ribuan Orang Mengungsi, Jakarta Masih Diguyur Hujan Deras Dua Hari ke Depan
-
Apa Itu Modifikasi Cuaca? Metode yang Dilakukan Pemerintah Atasi Bajir Jabodetabek
-
Detik-detik Pria Terseret Arus Banjir di Bekasi saat Bersihkan Sampah, Saksi Mata: Arusnya Deras!
-
Banjir Parah Rendam Bekasi, 7 Kecamatan Terdampak!
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali