Suara.com - Hasil survei yang dilakukan Kawula17 terkait isu prioritas masyarakat mengungkapkan bahwa persoalan ekonomi menjadi perhatian utama Masyarakat Indonesia pada kuartal pertama 2025.
Periset Kawula17, Rafli Rikin mengungkapkan bahwa ekonomi menjadi isu utama yang paling penting menurut Masyarakat Indonesia hingga mencapai 60 persen.
"Data menunjukkan bahwa isu ekonomi menjadi topik yang paling penting sejauh ini, dengan persentase mencapai 60 persen," ujar Rafli dalam Diseminasi National Kawula17 Survey Q1 2025, Jumat (14/3/2025).
Ia menambahkan, angka tersebut mengalami kenaikan signifikan hingga 24 persen dibanding kuartal sebelumnya pada tahun lalu.
Menurut Rafli, lonjakan perhatian terhadap isu ekonomi ini didorong oleh berbagai faktor, seperti kelangkaan gas LPG, rencana pemerintah menaikkan tarif PPN menjadi 12 persen, serta kebutuhan masyarakat menjelang bulan Ramadan.
Sementara, isu ekonomi paling banyak disorot oleh kelompok usia 35-44 tahun dengan persentase mencapai 74 persen.
Sedangkan, isu kesehatan lebih banyak mendapat perhatian dari masyarakat di wilayah pedesaan, yakni 42 persen.
Pendidikan dan Korupsi
Selain ekonomi dan kesehatan, masyarakat juga menyoroti isu pendidikan sebesar 33 persen dan korupsi 31 persen sebagai empat isu utama yang dianggap penting saat ini.
Baca Juga: Ingatkan ASN Tak Beli Gas LPG 3 Kilogram, DPRD DKI: Bukan Sasaran Subsidi
Meski isu korupsi dan hak asasi manusia (HAM) mulai mendapat perhatian lebih besar, dua isu lainnya yang menjadi fokus Kawula17, yakni kesetaraan gender dan lingkungan, masih cenderung kurang diperhatikan.
"Sayang sekali, satu dari tiga orang tidak dapat mengaitkan kata ‘gender’ dengan apapun," ujar Rafli.
Ia menilai hal ini disebabkan oleh minimnya diskusi dan edukasi mengenai isu gender di tengah masyarakat.
Meski begitu, mayoritas masyarakat yang memahami konsep gender masih mengaitkannya dengan konsep dasar seperti jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Hal serupa juga terjadi pada isu HAM.
"Sebanyak 31 persen masyarakat tidak dapat mengasosiasikan kata 'HAM' dengan apapun, namun, dari mereka yang memahami konsep ini, sebagian besar mengaitkannya dengan keadilan, kebebasan, dan kesetaraan," katanya.
Sementara itu, pada isu korupsi, masyarakat menunjukkan pemahaman yang lebih kuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK