Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memastikan pemerintah dalam kondisi siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, sebagaimana yang diprediksi BMKG. Gus Ipul menyebutkan kalau Kemensos telah menyiapkan lumbung sosial di berbagai daerah rawan bencana, terutama di wilayah aliran sungai dan tebing yang rentan longsor.
Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk menentukan langkah darurat seperti pendirian dapur umum dan distribusi logistik.
"Semua dikirim ke kita, setiap ada banjir kita punya lumbung sosial. Jadi Kita pasti kirim bantuannya dan kita koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Jadi pemerintah kabupaten/kota menentukan kondisi darurat dan kita bantu mendirikan dapur umum atau mengirimkan ligistik," kata Gus Ipul ditemui di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (17/3/2025).
Selain pemerintah yang siap terhadap potensi bencana, Gus Ipul menekankan kalau masyarakat juga harus turut waspada. Sikap waspada itu dinilai perlu dilakukan, mengingat sebagian besar wilayah Indonesia masih dilanda musim hujan.
"Hari ini semua siaga, pemerintah secara keselurihan siap. Kita harus waspada mengajak masyarakat juga waspada. Situasi kita memang sedang musim hujan dan kadang-kadang perubahan cepat. Kita harapkan masyarakat waspada, ngerti situasinya dan harus berhenti di mana ketika ada hujan lebat. Jangan ketika angin kencang hujan kebat berkendara terus," pesannya.
Mengenai wilayah yang paling rentan terhadap bencana, Gus Ipul menjelaskan bahwa pemetaan sudah dilakukan. BMKG telah memberikan data daerah rawan, dan berdasarkan peta tersebut, Kementerian Sosial menyiapkan lumbung sosial di lokasi-lokasi strategis.
"Daerah yang rawan bencana itu di sekitar aliran sungai, tebing yang rawan longsor. Sudah ada petanya, BMKG memiliki, kami juga diberi. Berdasarkan pemetaan itu lah kami bikin lumbung sosial," ujarnya.
Ia juga memastikan anggaran untuk bantuan sosial tetap aman dan siap digunakan saat diperlukan.
"Kami punya anggaran bansos adaptif, itu kita ada," kata Gus Ipul sambil lalu.
Baca Juga: Mantan Mendikbud M. Nuh Pimpin Perekrutan Guru Sekolah Rakyat: Apa yang Berbeda dari Sekolah Biasa?
Bansos Tak Tepat Sasaran
Gus Ipul mengakui kalau penyaluran bantuan sosial (bansos) selama ini belum tepat sasaran. Hal itu diketahui setelah pemerintah menyusun Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebagai pengganti dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Bisa dikatakan begitu (belum tepat sasaran). Ada sekian persen yang tidak tepat sasaran," kata Gus Ipul kepada wartawan ditemui di Kantor Kemenko Pemberdayaan Manusia, Jakarta, Kamis (13/3/2025).
Gus Ipul sebelumnya mengungkapkan, penyaluran tidak tepat sasaran itu jumlahnya sekitar antara 10 persen dari data DTKS atau mencapai jutaan orang.
"Iya, bisa jutaan. Jadi masih kita teliti, saya belum berani angkanya, tapi menurut saya lumayan besar. Angkanya saya belum tahu, tapi di bawah 10 persen atau di atas 10 persen ini masih kita teliti," ujarnya.
Perbedaan mendasar DTSEN dengan sebelumnya, data tunggal itu akan dibuat berjenjang mulai dari desil 1 hingga desil 10. Gus Ipul menjelaskan, desil 1 dimulai untuk kategori masyarakat miskin ekstrem yang paling berhak mendapatkan bansos negara.
Berita Terkait
-
Mantan Mendikbud M. Nuh Pimpin Perekrutan Guru Sekolah Rakyat: Apa yang Berbeda dari Sekolah Biasa?
-
Pemerintah Target Turunkan Kemiskinan hingga Setengahnya, Data Penerima Bansos Dievaluasi
-
Wujudkan Kepedulian Sosial, Telkom Akses Hadirkan Program ESG di Nias, Kupang, dan Jayapura
-
60 Ribu Orang Kena PHK dalam Waktu 2 Bulan, Kemensos Tunggu Evaluasi Sebelum Masukkan ke Data Bansos
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku Hari Ini, DPR: Selamat Menikmati!
-
Ikrar Nusa Bakti Desak Prabowo Segera Reshuffle Kabinet
-
Roy Suryo Siapkan Gibran Black Paper, Soroti Riwayat Pendidikan hingga Legalitas Ijazah Wapres
-
KPK soal Kepala Daerah Dipilih DPRD: Tekan Biaya Politik, Cegah Korupsi
-
Tabrak Lari di Tambora Tewaskan Dua Orang, Mobil Pelaku Ringsek Ditabrak Kereta
-
Pesepeda Luka Kepala Ditabrak Mobil Listrik di Jalan Sudirman
-
Puncak Musim Hujan, BMKG Minta Warga DIY Waspadai Banjir dan Longsor
-
Demokrat Nilai Langkah Hukum SBY Jadi Pendidikan Politik Lawan Disinformasi
-
Pemerintah Pusat Puji Gerak Cepat Gubernur Bobby Nasution Bangun Huntap Korban Bencana
-
Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, Kemen PPPA Pastikan Hak dan Pendidikan Anak Tetap Terpenuhi