Suara.com - Potensi gempa megathrust terus menjadi perhatian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lembaga tersebut kembali mengingatkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami bencana gempa megathrust, salah satu jenis gempa bumi paling kuat yang bisa memicu tsunami dan kerusakan besar.
Sebagai negara yang berada di jalur cincin api Pasifik, Indonesia memiliki banyak zona subduksi aktif. BMKG menyebut bahwa gempa megathrust di beberapa wilayah kini hanya tinggal menunggu waktu, terutama di zona Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.
Peringatan ini bukan sekadar wacana. Pada September 2024 lalu, BMKG menegaskan adanya peningkatan potensi aktivitas seismik di dua zona megathrust tersebut.
Bahkan, sejumlah daerah di pesisir barat Indonesia kini menjadi fokus pemantauan intensif, seiring potensi terjadinya bencana gempa megathrust yang bisa mencapai magnitudo di atas 8,0.
Apa Itu Gempa Megathrust?
Gempa megathrust adalah jenis gempa bumi dengan magnitudo sangat besar yang terjadi di zona subduksi—tempat dua lempeng tektonik bertemu dan salah satunya terdorong ke bawah lempeng lain.
Penumpukan energi yang tidak segera terlepaskan dapat menimbulkan gempa dahsyat saat lempeng akhirnya bergeser secara tiba-tiba.
Gempa ini sering kali menyebabkan tsunami, perubahan topografi, longsor, serta kerusakan besar pada infrastruktur di daerah pesisir.
Karena itu, kawasan yang berada di dekat zona megathrust dinilai sangat rentan dan membutuhkan mitigasi yang kuat.
BMKG mencatat beberapa dampak signifikan dari bencana gempa megathrust antara lain:
- Tanah longsor di daerah pegunungan dan perbukitan.
- Perubahan garis pantai akibat pengangkatan atau penurunan tanah.
- Rusaknya jaringan air bersih, listrik, komunikasi, hingga transportasi.
- Ancaman tsunami besar di wilayah pesisir.
- Kerusakan infrastruktur vital seperti jembatan, bangunan, dan jalan.
Tag
Berita Terkait
-
7 Pilihan Dry Bag Waterproof 40 Liter Terbaik untuk Tas Siaga Bencana, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Gempa Pacitan M 6,2 Termasuk Jenis Gempa Apa? Jika Tembus M 7,0 Berpotensi Tsunami
-
Daerah Mana Saja yang Terancam Megathrust? BMKG Kembali Beri Peringatan Serius
-
Megathrust di Sumatra Barat? Kementerian Kesehatan Lakukan Hal Ini
-
Waspada! Megathrust Indonesia Jauh Lebih Ngeri dari Gempa Rusia, 2 Zona Ini Paling Rawan
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Pleidoi Menohok Noel: Bela Buruh Diperas, Malah Dituduh Memeras
-
Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim
-
Muncul di Mabes Polri, Waka BGN Sony Sanjaya Jawab Isu Panas Kena OTT
-
Menyesal Pernah Jadi Wamenaker, Noel Ebenezer: Pedih Sekali Saya Dapat Jabatan Ini
-
Penasihat Hukum Klaim Noel Ebenezer Ada di Waktu dan Tempat yang Salah dalam Kasus K3
-
Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga
-
Dasco Pimpin Rakor Tingkat Tinggi, Kebut Pembangunan 39 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera
-
Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan
-
DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
Persib Bandung Diharapkan Wagub Mampu Mendulang Prestasi di Level Internasional