Bingung ingin membayar cicilan di BPR yang sebentar lagi jatuh tempo? Tenang saja, sebab link saldo DANA Kaget hari ini bisa jadi salah satu solusi paling efektif.
Agar menjadi sosok yang beruntung, jangan sampai ketinggalan kumpulan link saldo DANA Kaget bantu bayar cicilan di BPR berikut.
Suara.com - DANA Kaget adalah sebuah fitur dari aplikasi dompet digiral DANA yang memungkinkan para penggunanya membagikan link khusus bersisi saldo gratis hingga jutaan rupiah.
Saat sukses mengklaim link DANA gratis ini, pengguns bisa memanfaatkannya untuk berbagai hal, termasuk bayar cicilan di BPR.
Akan tetapi, perlu diingat bahwa saldo dalam link DANA Kaget memiliki kuota yang terbatas baik dari segi nominal atau jumlah penerimanya. Oleh sebab itu, Anda perlu segera klaim agar berkesempatan mendapat saldo DANA gratis tersebut.
Sebelum memgetahui link DANA Kaget hari ini untuk membayar cicilan di BPR, alangkah baiknya jika kita memahami pengertian hingga tata cara bayarnya terlebih dahulu.
Apa Itu BPR?
Bank Perekonomian Rakyat (BPR) merupakan sebuah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito yang berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang serupa dan menyalurkan dana sebagai usaha dari BPR.
Adapun usaha BPR meliputi usaha untuk menghimpun serta menyalurkan dana dengan tujuan memperoleh keuntungan. Adapun keuntungan BPR ini didapatkan dari spread effect serta pendapatan bunga. Adapun usaha-usaha BPR bisa meliputi:
Baca Juga: 5 Cara Dapat Saldo DANA Gratis Hari Ini Tanpa Undang Teman, Langsung Cair
1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lain yang setara dengan itu.
2. Memberikan kredit.
3. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah sesuai prinsip bagi hasil berdasarkan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah.
4. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, maupun tabungan pada bank lain. SBI sendiri merupakan sertifikat yang ditawarkan Bank Indonesia kepada BPR jika mengalami over liquidity atau kelebihan likuiditas.
Cara Membayar Cicilan di BPR
Pembayaran cicilan di BPR dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk secara tunai di kantor cabang, melalui transfer bank, atau dengan layanan Virtual Account (VA) dari bank lain. Tak hanya itu, beberapa BPR juga telah menawarkan kemudahan dalam melakukan pembayaran melalui gerai retail seperti Indomaret atau Alfamart.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu