Suara.com - Di balik megahnya cerobong asap dan aliran listrik yang menyuplai kebutuhan Jawa-Bali, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) juga memikul tanggung jawab lain yang tak kalah penting, menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Bisakah dilakukan?
Hingga tahun 2025, PLTU masih menyumbang sekitar 50% dari total energi listrik Indonesia. Saat pembangkit energi terbarukan seperti surya dan angin sangat bergantung pada cuaca, PLTU tetap beroperasi dengan output yang stabil.
Inilah yang membuat PLTU masih menjadi andalan untuk memenuhi beban dasar (base load) kelistrikan nasional. Namun, angka yang sangat signifikan tersebut tidak membuat PLTU berjalan tanpa kritik.
PLTU di Indonesia mayoritas menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. Sebagai negara dengan cadangan batu bara melimpah (sekitar 37 miliar ton), Indonesia memiliki keuntungan dalam hal ketersediaan bahan bakar. Ini memberikan jaminan keamanan pasokan energi dalam jangka panjang.
Namun, ada dilema besar yang dihadapi. Di satu sisi, PLTU menjamin ketersediaan listrik yang stabil dengan harga terjangkau. Di sisi lain, PLTU batu bara menghasilkan emisi karbon yang tinggi, bertentangan dengan komitmen iklim global.
Inilah tantangan serius dalam ketahanan energi Indonesia, bagaimana menyeimbangkan kebutuhan listrik yang terus meningkat dengan komitmen lingkungan?
Dari Penghijauan Hingga Energi Terbarukan
Dalam laporan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) tahun 2024, PT Sumber Segara Primadaya (S2P) selaku operator PLTU Cilacap, menyadari bahwa operasionalnya harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak hanya berarti menjaga lingkungan, tetapi juga memberdayakan komunitas lokal agar tumbuh bersama dalam kesejahteraan dan kemajuan,” ujar Agus Gunanto, General Manager PLTU Cilacap, dalam laporan kegiatan CSR tahun 2024 yang diterima Suara.com, ditulis Selasa (20/5/2025).
Baca Juga: Berakhir Tahun Ini, Insentif Mobil Listrik Akan Segera Dievaluasi
Program pelestarian lingkungan menjadi salah satu fokus utama CSR S2P. Selama dua tahun terakhir, S2P bersama masyarakat telah menanam lebih dari 4.500 pohon buah di Desa Menganti, Karangkandri, dan Slarang.
Pilihan tanaman seperti durian, mangga, matoa, dan cemara laut tidak hanya menghijaukan wilayah sekitar PLTU, tapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga.
Tak berhenti di situ, perusahaan juga menyelenggarakan Workshop Program Kampung Iklim yang membekali warga dengan pengetahuan tentang adaptasi perubahan iklim, pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, serta pemanfaatan energi terbarukan.
Langkah ini memperkuat peran masyarakat sebagai garda depan perlindungan lingkungan di tengah tantangan krisis iklim.
Kontribusi Sosial yang Terintegrasi dengan Lingkungan
Kesadaran lingkungan S2P tak bisa dilepaskan dari lokasi PLTU yang strategis di tepi Samudra Hindia. Dengan sertifikasi ISO 14001:2015 untuk manajemen lingkungan, perusahaan memastikan aktivitas operasionalnya tetap memperhatikan kelestarian laut dan daratan sekitar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu