Suara.com - Sebuah wacana besar yang berpotensi mengubah total peta administrasi Pasundan kembali mengemuka dan mengguncang publik. Jawa Barat, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, diusulkan untuk dipecah menjadi lima provinsi baru.
Rencana ambisius yang digulirkan oleh DPRD Provinsi Jawa Barat ini akan membuat sejumlah kota dan kabupaten ikonik, termasuk kota terkaya di Jabar, bersiap untuk "pindah rumah".
Pusat perhatian utama tertuju pada Kota Bandung. Sebagai jantung pemerintahan, pendidikan, dan ekonomi kreatif, Bandung adalah daerah dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita tertinggi di Jawa Barat. Jika pemekaran ini terwujud, Kota Kembang akan keluar dari Jawa Barat dan menjadi ibu kota dari calon provinsi baru: Provinsi Sunda Priangan.
Provinsi ini tidak hanya akan diisi oleh Kota Bandung, tetapi juga akan mencakup wilayah penyangga utamanya seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kota Cimahi.
Namun, pemerintah pusat tidak mau gegabah. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa wacana ini masih harus melalui kajian yang sangat mendalam.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyatakan bahwa moratorium daerah otonomi baru (DOB) memang telah dibuka, namun setiap usulan harus dihitung secara cermat, terutama dari sisi anggaran dan kondisi fiskal negara.
"Kami mempelajari memang ada beberapa wilayah yang sangat layak untuk dimekarkan karena kebutuhannya berdasarkan data-data yang ada. Tapi cukup banyak juga usulan pemekaran itu yang mentah," ujar Bima Arya di sela acara di IPDN Jatinangor belum lama ini.
Menurut Bima, usulan pemekaran di Jawa Barat memang memiliki dasar yang kuat, namun tetap memerlukan perhitungan matang dan petunjuk langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Koordinasi dengan Kementerian Keuangan menjadi kunci untuk memastikan provinsi baru nantinya tidak membebani negara.
"Ya, saya lihat memang perlu dihitung dengan secara cermat, dengan mempelajari. Ada beberapa wilayah yang cukup mengimbangi profesi induk. Seperti Banten itu lumayan mengimbangi profesi induk," kata Bima, memberikan contoh pemekaran yang berhasil.
Baca Juga: Cara Dedi Mulyadi Tampung Keluhan Warga Soal Dugaan Pungli Tuai Pro Kontra, Kenapa?
Berikut adalah rincian lengkap lima provinsi baru yang diusulkan dari hasil pemekaran Jawa Barat:
Provinsi Sunda Galuh (Talaga Cianjaran): Meliputi Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.
Provinsi Sunda Priangan (Bandung Suci): Meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kota Cimahi.
Provinsi Sunda Pakuan (Gorde Suci): Meliputi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur.
Provinsi Sunda Taruma/Bagasasi (Pusaka Besi): Meliputi Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.
Provinsi Sunda Caruban (Kunci Iman): Meliputi Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Majalengka.
Berita Terkait
-
Cara Dedi Mulyadi Tampung Keluhan Warga Soal Dugaan Pungli Tuai Pro Kontra, Kenapa?
-
Jawa Timur Juara Ketahanan Pangan Nasional, Bagaimana Kinerja Tanah Pasundan di Era Dedi Mulyadi?
-
Jawa Barat Darurat Pinjol: PHK hingga Flexing Pemicu Warga Terjerat Utang
-
86 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang II
-
Dedi Mulyadi Janji Bayar Tunggakan BPJS Kesehatan: Rapat di Hotel, tapi Rakyat Meninggal
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!
-
Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa
-
Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021