Suara.com - Sosok Rajo Emirsyah, mantan pegawai Kementerian Kominfo, menjadi pusat perhatian dalam sidang kasus dugaan pengamanan situs judi online (judol). Ia didakwa menerima uang haram hingga Rp15 miliar untuk melindungi situs-situs ilegal.
Gaya hidup dan latar belakang Rajo Emirsyah yang terungkap di persidangan sukses membuat publik tercengang.
Berikut adalah sejumlah fakta terkini dan paling mengejutkan tentang Rajo Emirsyah yang terungkap di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan:
1. Ternyata Seorang Residivis
Jauh sebelum tersandung kasus beking judol, Rajo Emirsyah ternyata sudah pernah berurusan dengan hukum. Terungkap di persidangan bahwa ia adalah seorang residivis.
Pada tahun 2012, Rajo pernah divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bogor dalam kasus penggelapan mobil. Fakta ini memunculkan pertanyaan besar mengenai rekam jejaknya hingga bisa menempati posisi di kementerian.
2. Pahlawan Kesiangan? Melapor Pelanggaran, Ikut Menikmati Uang Haram
Salah satu ironi terbesar dalam kasus ini adalah peran ganda yang dimainkan Rajo. Terungkap bahwa ia sebenarnya pernah melaporkan adanya dugaan pelanggaran dalam sistem pengamanan situs judol di internal kementerian.
Namun di saat yang sama, ia justru ikut menikmati aliran dana dari praktik ilegal yang ia laporkan tersebut. Akibat perbuatannya, Rajo kini dijerat dengan pasal berlapis Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Baca Juga: Raup Cuan Rp3,6 Miliar, Operator hingga Bos Besar Sindikat Judol Higgs Domino Tertangkap!
3. Gaya Hidup Sultan: Foya-foya ke Luar Negeri dan Tur Harley Ratusan Juta
Aliran uang miliaran rupiah dari hasil membekingi situs judol diduga digunakan Rajo untuk membiayai gaya hidup mewah. Ia mengaku menggunakan uang tersebut untuk berlibur ke luar negeri bersama mantan kekasihnya.
Tak hanya itu, Rajo juga menghamburkan uang untuk hobinya di komunitas motor gede. Dalam satu kali touring, ia bisa mengeluarkan uang dalam jumlah fantastis.
“Saya satu kali touring itu bisa sampai Rp 600 juta, Rp 700 juta untuk berapa orang gitu. Betul (saya yang bayar semuanya),” ungkap Rajo di muka persidangan, mengakui bahwa ia yang menanggung seluruh biaya rombongan.
4. Sisi 'Religius': Berangkatkan 47 Orang Umrah Pakai Uang Panas
Di tengah gaya hidupnya yang glamor, terungkap fakta yang paling kontradiktif. Rajo mengaku menggunakan sebagian uang haram tersebut untuk memberangkatkan puluhan orang menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.
Berita Terkait
-
Polri Ungkap 1.297 Kasus Judi Online, Aset Bandar Disita Negara!
-
Mengenal Kompong Dewa FC, Berlokasi di Las Vegas Asia: Punya Presiden Orang Indonesia
-
Suami Laporkan Chikita Meidy dan Mertua atas Tuduhan KDRT
-
Raup Cuan Rp3,6 Miliar, Operator hingga Bos Besar Sindikat Judol Higgs Domino Tertangkap!
-
Blokir 34.321 Konten, Budi Gunawan Ungkap Modus Baru Tampung Duit Judol Pakai Akun QRIS UMKM
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski ASN WFH Setiap Jumat
-
Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi
-
Bulog: Stok Beras Nasional 4,6 Juta Ton Tersebar Merata, Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Nino
-
Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan
-
Polisi Sebut WFH ASN Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lengang Hari Ini
-
Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun
-
Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat
-
Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap
-
WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi
-
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?