Rocky Gerung sebut Jokowi idap psikosomatik. [kolase ist]
- Perasaan menjadi lebih sensitif sehingga mudah marah dan tersinggung.
- Mengalami depresi dan kecemasan yang berlebih.
- Produktivitas di tempat kerja atau sekolah terganggu.
- Sulit tidur atau insomnia.
- Kesulitan bernapas.
- Pusing dan sakit kepala.
- Nyeri otot.
- Gangguan pencernaan.
- Selain itu, memburuknya penyakit yang sudah ada sebelumnya juga merupakan salah satu gejala dari gangguan psikosomatis.
Penyakit yang dapat semakin memburuk akibat pengaruh psikis, pikiran, dan emosi adalah mag, eksim, hipertensi, psoriasis, hingga penyakit jantung.
Pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Jokowi mengidap psikosomatik adalah sebuah bentuk "diagnosis liar" yang dilakukan di ruang publik, di mana validitasnya bukan pada kebenaran medis, melainkan pada kekuatan retorikanya untuk memengaruhi opini publik.
Bagi para pendukungnya, pernyataan ini mungkin terdengar cerdas, sementara bagi para penentangnya, ini adalah serangan yang tidak pantas dan melewati batas.
Komentar
Berita Terkait
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Kantongi Barang Bukti Baru, Siap Buktikan Ijazah Jokowi Palsu?
-
Gibran Batal ke Papua, Rocky Gerung: Kalau di Jakarta Bagi-bagi Skincare Lagi
-
Bukan Cuma Ijazah, Ini 5 'Borok' Jokowi yang Coba Ditutupi Menurut Said Didu
-
Senjata Baru Roy Suryo: 5 Ijazah Asli UGM Siap 'Adu Banteng' dengan Milik Jokowi di Pengadilan?
-
Bela Roy Suryo Cs? Kamaruddin Simanjuntak Tantang Jokowi Pamerkan Ijazah Asli: Mengapa?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan