Suara.com - Nama Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa banyak dikenal ketika publik membicarakan dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Polemik ijazah palsu Jokowi ini memang sudah mencuat ke publik sejak setahun belakangan. Jokowi kabarnya tak benar – benar lulus dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) walaupun foto lembar ijazahnya gampang ditemukan di internet. Ijazah yang tersebar di dunia maya itu diduga palsu. Dokter Tifa selama ini termasuk orang yang giat bersuara tentang dugaan ijazah palsu Jokowi. Lantas, jika dibandingkan, bagaimana soal pendidikan dr Tifa vs Jokowi?
Melansir sejumlah sumber, dokter Tifa diketahui merupakan lulusan S-1 Kedokteran di UGM. Dia kemudian melanjutkan pendidikan di kampus yang sama dengan jurusan Magister Ilmu Kedokteran Klinis dan lulus sekitar tahun 2007 – 2009. Terakhir, dr. Tifa dikabarkan mengambil studi doktor di bidang Epidemiologi Molekular di Universitas Indonesia. Beberapa menyebut status mahasiswanya non-aktif, namun ada juga yang menyatakan dirinya telah lulus dari program ini. Namun demikian, tak ada pernyataan resmi terkait riwayat pendidikan dr. Tifa.
Terkait polemik dugaan ijazah palsu Jokowi, dr. Tifa kini telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat pada April lalu oleh organisasi masyarakat Pemuda Patriot Nusantara bersama Relawan Jokowi. Pelaporan tersebut juga menyeret nama – nama yang menduga ijazah Jokowi benar – benar palsu yakni Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Rizal Fadillah.
Dokter Tifa Sebut Jokowi Idap Autoimun Agresif
Dokter Tifa juga mengomentari kondisi Jokowi yang belakangan diketahui kurang sehat. Dalam unggahannya di X (dulu Twitter), perempaun yang selama ini ikut menyebut ijazah Jokowi palsu itu menyebut soal penyakit autoimun agresif. "Ini adalah assessment dari seorang Dokter atas pertanyaan para netizen," ujar dokter Tifa.
Dalam cuitannya, dokter Tifa juga mengaku mengkhawatirkan kesehatan Jokowi meski berseberangan pandangan. "Padahal bukan maksud saya untuk menjadi lawan beliau atau apa. Yang saya lakukan adalah menegakkan kebenaran soal ijazah, kalau dengan itu beliau tersinggung dan memusuhi saya ya kita lihat saja bagaimana kebenaran itu akan membela dirinya sendiri," ujarnya.
Lebih lanjut dokter Tifa memberikan penjelasan terkait penyakit autoimun agresif. Dia menyebut perjalanan penyakit itu kurang dari enam bulan menuju terminal stage.
Gejala dari penyakit autoimun agresif menurut dokter Tifa adalah perubahan kulit yang agresif, gatal luarbiasa, sarkopenia atau otor mengecil dengan cepat menimbulkan kelemahan dan kehilangan berat badan , kerusakan organ-organ agresif terutama ginjal dan sistem imun, antara lain Lupus Nephritis grade IV-V, Rapid Progressive Glomerulonephritis (RPGN), Scleroderma Renal Crisis, yang bisa merusak ginjal dalam hitungan minggu hingga bulan.
"Sebagai dokter dan sesama manusia, saya khawatir terhadap kesehatan beliau," katanya.
Baca Juga: KPK Usut Bansos Presiden: Berani Bidik 'Ikan Paus' Korupsi atau Berhenti di Eselon Bawah?
Dia menyebut, ketika kondisi autoimun sangat agresif, dan menyerang organ-organ dengan cepat terutama ginjal, maka CAPD sama sekali tidak mendukung. Dia pun menyarankan, lebih baik segera rawat intensif ke rumah sakit terbaik di dunia, mungkin di China. "Karena Pak JW (Jokowi) masih ada hubungan darah dengan China jadi bisa relate kalau butuh donor darah atau donor ginjal," kata dokter Tifa.
Pada Sabtu (21/6/2025) kemarin, sejumlah warga berdatangan ke rumah Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo untuk merayakan ulang tahun ke-64 Presiden ke-7 RI itu.
Kedatangan warga adalah untuk ikut memeriahkan acara tasyakuran ultah Jokowi. Sementara Jokowi tak banyak berbicara di kesempatan tersebut. Ia hanya mengucapkan terima kasih atas kehadiran warga.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Geger! Politisi PDIP Blak-blakan, Yakin Ijazah Jokowi Diproduksi di Pasar Pramuka
-
Sindiran Anies soal Absennya Presiden di Sidang PBB, Pengamat: Itu Jelas Ditujukan ke Jokowi
-
'Tumben Jokowi Mulai Khawatir', Pakar Baca Sinyal: Waktunya Tiru SBY Pensiun dari Politik
-
Jokowi Tuding Ada Agenda Besar, Aria Bima PDIP: Rakyat Jangan Diajak Mikir Hal-hal Nggak Perlu
-
Dokter Tifa Ketemu Beathor Suryadi: Otak Pemalsu Ijazah dan Pembakar Pasar Pramuka Terungkap?
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO
-
Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik
-
Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian
-
Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman
-
Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya
-
Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
-
Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri
-
Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali