"Tentang dugaan dibuatnya ijazah palsu Joko Widodo itu di Pasar Pramuka, kepolisian harus melakukan penyelidikan lanjutan," tegas Rizal.
3. Video Penyebutan Nama Terduga Pelaku
Bukti ketiga adalah sebuah tayangan dari QNC Opposite Channel.
TPUA menyoroti video ini karena secara terang-terangan menyebutkan sejumlah inisial nama, yaitu DAY, AN, MI, W, ES, SW, dan PR, yang diduga sebagai tim inti pembuat ijazah palsu tersebut.
TPUA mendesak Bareskrim untuk menelusuri nama-nama ini.
"Ini maksudnya, pihak Bareskrim teliti, nama-nama sudah disebut sebagai petunjuk, teliti, selidiki, gitu," kata Rizal.
Awal Mula Mencuatnya Dugaan Ijazah Palsu
Sengkarut hukum ini pertama kali mencuat saat Bambang Tri Mulyono, penulis buku "Jokowi Undercover", melayangkan gugatan perdata terkait dugaan ijazah palsu pada akhir 2022.
Bareskrim Polri kemudian melakukan penyelidikan dan pada pertengahan 2025, menyimpulkan bahwa tidak ditemukan unsur pidana.
Baca Juga: Tudingan Jokowi ada Agenda Besar di Balik Isu Ijazah dan Pemakzulan Gibran Bakal Picu Perpecahan?
Pihak kepolisian menyatakan ijazah Jokowi dari SMAN 6 Solo dan Fakultas Kehutanan UGM adalah asli, setelah memeriksa 39 saksi dan melakukan uji laboratorium forensik.
Kasus ini berkembang menjadi ajang saling lapor.
Kubu Jokowi, melalui pengacaranya, melaporkan Bambang Tri Mulyono dan beberapa pihak lain, termasuk Roy Suryo, atas dugaan pencemaran nama baik.
Laporan dari pihak Jokowi ini bahkan telah naik ke tahap penyidikan, yang berarti penyidik telah menemukan adanya indikasi tindak pidana.
Kini, dengan adanya bukti baru dari TPUA, publik menantikan apakah Bareskrim akan kembali membuka penyelidikan yang sebelumnya telah dihentikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
-
Mahfud MD Sebut Kapolri Akui Rekrutmen Polri Ada Titipan: Dibuat Kuota Khusus untuk Masukkan Orang
-
Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya
-
RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital
-
KPK Bantah Lindungi Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Rieke 'Oneng' Desak Negara Serius Tangani Isu Child Grooming, Singgung E-Book Aurelie Moeremans
-
Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum
-
BK DPR Ungkap Jantung RUU Perampasan Aset: Aset Rp 1 Miliar Bisa Disita
-
Bukan Hanya Nadiem, Ini Alasan Kejaksaan Sering Minta Bantuan TNI untuk Pengamanan Kasus Korupsi
-
Berani Lawan Arus Sendirian, Mampukah PDIP Jegal Wacana Pilkada via DPRD di Parlemen?