Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai tahap pertama program sekolah swasta gratis pada Senin (14/7/2025). Sebanyak 40 sekolah swasta dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) dipilih sebagai pilot project. Program ini menyasar siswa dari keluarga tidak mampu, terutama penerima bantuan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan, pelaksanaan program ini dibarengi dengan penyusunan peraturan gubernur (Pergub) sebagai dasar hukum pelaksanaannya. Saat ini, proses harmonisasi aturan tersebut tengah berlangsung di Biro Hukum, sebelum disahkan menjadi payung hukum resmi.
"Pergubnya sedang disusun. Memang kita telah melaksanakan program sekolah gratis di 40 sekolah swasta. Ini harus punya payung hukum supaya kita paham dari mana harus memulainya. Sekarang lagi tahap harmonisasi dengan DPRD, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Dalam Negeri," ujar Rano dalam keterangannya, Jumat (17/7/2025).
Pemprov juga sedang mengupayakan penganggaran melalui APBD Perubahan Tahun 2025. Di sisi lain, Dinas Pendidikan DKI Jakarta aktif memonitor dan mengevaluasi sekolah-sekolah penerima program, baik dari sisi kehadiran siswa, kesiapan sarana prasarana, kualitas guru hingga keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana menegaskan, manfaat program tidak hanya berlaku bagi siswa baru, tetapi juga untuk siswa yang telah berada di kelas lanjutan.
"Jadi, bukan hanya untuk siswa baru kelas awal, tapi juga untuk siswa lanjutannya (kelas 2, 3, 4, 5, 6 SD, 8 dan 9 SMP, serta 11 dan 12 SMA/SMK),” ucap Nahdiana.
Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M Thamrin, mengapresiasi peluncuran sekolah swasta gratis tersebut. Ia menjelaskan, secara anggaran, program ini telah masuk dalam usulan APBD Perubahan 2025. Sementara pembahasan Raperda Pendidikan masih berlangsung, termasuk soal regulasi teknis pelaksanaan seperti Pergub, Kepgub, dan petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan.
"Jadi insya Allah dari sisi regulasi, anggaran dan pembiayaan, akan ada dalam Perda APBD Perubahan. Tinggal nanti disiapkan Pergub atau Kepgub untuk pelaksanaannya dan Keputusan Disdik untuk petunjuk teknisnya," jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (15/7/2025).
Menurut Thamrin, program ini merupakan bagian dari kesepakatan bersama antara DPRD dan Pemprov sebelumnya, serta merupakan janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno.
Baca Juga: Dukung Program MBG, Kapolri Resmikan 28 SPPG Demi Jaga Quality Control
Ia menilai program tahap pertama ini perlu menjadi dasar evaluasi menyeluruh sebelum diperluas, termasuk efektivitas penyaluran, animo masyarakat, hingga kesiapan sekolah dalam manajemen keuangan. Ia juga membuka opsi untuk memperluas jumlah sekolah dan kuota siswa jika respon positif terus bertambah.
"Jakarta diharapkan menjadi yang pertama dalam melaksanakan putusan MK tersebut secara bertahap," katanya, merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan pemerintah menyediakan pendidikan dasar gratis, termasuk bagi sekolah swasta.
Sebagai informasi, sekolah swasta gratis tahun ajaran 2025/2026 mencakup 4.932 siswa di 142 rombongan belajar pada 40 sekolah swasta di lima wilayah Jakarta. Berikut daftar 40 Sekolah Swasta Gratis Tahap Pertama:
SD
1. SD Bhakti Luhur (Jaksel)
2. SDS Bina Pusaka (Jakut)
Berita Terkait
-
Dukung Program MBG, Kapolri Resmikan 28 SPPG Demi Jaga Quality Control
-
Siap-siap! Pelajaran 'PMP' Bakal Kembali, Pancasila Jadi Syarat Masuk Kampus?
-
Guru Mundur Massal di Sekolah Rakyat, Alasan di Balik Pengunduran Diri Bikin Prihatin
-
Viralkan Belatung di Menu MBG, Aksi Ngamuk Deddy Corbuzier Disorot Lagi: Takut Siswa Kena Tabok!
-
Kisah Tragis Day 1 MPLS! Bocah Ini Kena Prank Dapat Bekal Kosong!
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik