Namun, tanah itu nantinya tidak bisa dijual atau dialihkan kepemilikannya. Dia menuturkan jika masyarakat yang ingin tanah dengan kepemilikan pribadi bisa masuk ke lokasi transmigrasi yang sudah disiapkannya.
“Kami sampaikan alangkah baiknya apabila masyarakat yang memang sudah turun temurun di sana itu diberikan ruang utk mengajukan haknya dalam konteks kepemilikan tanah komunal, jadi dimiliki bersama,” tutur dia.
Iftitah mengungkap jika pihaknya sudah menyiapkan 100 hektare tanah di Tanjung Banon, 300 hektare di Batam, dan 400 hektare di Rempang dan Galang. Penyediaan tanah itu juga dikerjakan bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Seperti yang diberitakan sebelumnya di suara.com, warga Pulau Rempang mengadukan konflik tersebut kepada Komnas HAM. Komnas HAM lalu mengadakan pertemuan dengan Menteri Imigrasi untuk membahas hal tersebut.
Dalam pertemuan itu juga, Wakil Ketua Bidang Pengaduan Komnas HAM, Prabianto Mukti Prabowo meminta kepada Iftitah agar program transmigrasi dapat tetap dilakukan dengan memperhatikan nilai kemanusiaan.
Dia mengingatkan agar tidak ada paksaan dalam pelaksanaan program itu.
“kami berharap program ini dapat dijalankan tanpa unsur paksaan atau kekerasan, serta tetap menghormati nilai-nilai HAM,” ujarnya.
Sementara Iftitah dalam kesempatan itu juga menjamin jika programnya tidak akan menggusur warga lokal.
Hal tersebut adalah dampak dari laporan penggusuran yang menggunakan kekerasan yang dialami warga setempat.
Baca Juga: Gibran Pantau Karhutla Riau, Terima Laporan Modus 'Tipu-tipu' 51 Tersangka Pembakar Hutan
Selain itu, Iftitah juga mengungkap jika ada sejumlah masyarakat juga yang setuju untuk direlokasi. Ada sekitar 436 kepala keluarga yang siap untuk direlokasi.
Sebanyak 107 kepala keluarga sudah tinggal di hunian sementara, sementara 125 kepala keluarga sudah berada di hunian tetap.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin