Apakah pendekatan hukum yang kaku adalah jawaban yang tepat untuk fenomena budaya seperti ini?
Sikap permisif kepala daerah seperti di Bantul dan Solo menunjukkan adanya pemahaman yang lebih kontekstual terhadap realitas di lapangan.
Mereka tidak melihatnya sebagai ancaman, melainkan sebagai dinamika sosial yang bisa dikelola dengan komunikasi dan aturan yang jelas, seperti larangan mengibarkannya lebih tinggi dari Merah Putih.
Lantas, apakah benar mengibarkan bendera dari cerita fiksi bisa secara otomatis menghilangkan rasa nasionalisme?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Nasionalisme adalah sebuah konsep yang kompleks dan internal.
Bagi banyak penggemar, memasang bendera One Piece tidak menggantikan kecintaan mereka pada Indonesia.
Keduanya eksis di ranah yang berbeda: satu sebagai identitas kebangsaan, yang lain sebagai identitas subkultur.
Alih-alih dianggap sebagai ancaman, fenomena ini seharusnya menjadi cermin bagi pemerintah.
Ini adalah sinyal tentang bagaimana generasi muda mengekspresikan diri di era globalisasi.
Baca Juga: Salah Baca Zaman? Pakar Sebut Pemerintah Gagal Paham Bahasa Gen Z di Balik Bendera One Piece
Melarangnya secara membabi buta justru bisa menimbulkan antipati.
Langkah yang lebih bijak adalah merangkulnya sebagai bagian dari kreativitas, sambil terus mengedukasi pentingnya penghormatan terhadap simbol negara.
Dialog, bukan larangan, adalah kunci untuk memastikan euforia budaya pop dapat berjalan beriringan dengan semangat kebangsaan yang kokoh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim