Suara.com - Seorang pria yang diduga oknum anggota TNI menampar pengendara mobil di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, hanya karena mengibarkan bendera bergambar tokoh anime One Piece.
Peristiwa itu terjadi di Sasayya, Kecamatan Bissappu, pada Kamis, 7 Agustus 2025. Video penamparan tersebut viral di media sosial.
Dalam rekaman, terlihat pria berpakaian sipil dan memakai helm itu menampar pengendara yang tengah berada di dalam mobil.
Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Arm Gatot Awan Febrianto mengatakan pihaknya masih menyelidiki sosok dalam video tersebut, termasuk memastikan apakah benar bertugas di TNI Angkatan Darat atau bukan.
"Kita belum pastikan identitasnya. Jangan sampai ngaku-ngaku (tentara)," ujar Gatot, Jumat, 8 Agustus 2025.
Ia menegaskan, tidak ada instruksi dari pimpinan Kodam XIV Hasanuddin untuk melakukan razia bendera bergambar One Piece.
Sebelumnya, video seorang pria marah-marah ke pengendara mobil yang mengibarkan bendera One Piece viral di media sosial.
Pria itu meminta kepada si pengendara yang belakangan diketahui merupakan pedagang sayur untuk mengibarkan bendera merah putih. Jangan bendera One Piece.
"Kasih naik bendera merah putih, bukan One Piece. Bendera China ini," bentak pria tersebut sambil menampar pedagang sayur itu.
Baca Juga: DPR Desak Usut Tuntas, Kasus Tewasnya Prada Lucky Diduga Disiksa Senior jadi Tamparan buat TNI
"Pokoknya benderamu saya sita. Karena kita dalam keadaan sekarang 17 Agustus. Bukan kibarkan bendera One Piece, tapi bendera kita merah putih. Makanya kita patroli kiri kanan cari bendera begini (One Piece). Masih mendingan, daripada saya naikkan ko ke media," katanya lagi.
Kerabat korban, Dandy Thoriq menjelaskan, korban bernama Pardi lagi membawa sayur jualannya ke pasar. Ia kemudian dihadang tiba-tiba oleh seorang oknum TNI di depan terminal Sasayya.
Terduga pelaku bertanya, "bendera apa itu di mobilmu? kebetulan adik saya ini penggemar anime One Piece," kata Dandy.
Pria itu kemudian menanyakan status kewarganegaraan korban. Namun, belum sempat dijawab, terduga pelaku melayangkan tamparan di pipi korban.
Kapolres Bantaeng AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo mengatakan kejadian tersebut hanya merupakan kesalahpahaman. Kedua pihak sudah bertemu dan damai.
"Sudah damai," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek