Suara.com - Sebuah narasi liar yang menyebut Inspektur Jenderal Polisi Karyoto menolak jabatan baru.
Sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan atau Kabaharkam Polri dan mengancam mundur beredar kencang di media sosial.
Isu ini, yang dibumbui dengan dramatisasi kekecewaan karena tidak diangkat menjadi Kabareskrim, sukses menyita perhatian publik.
Namun, setelah ditelusuri, kabar tersebut adalah hoaks atau tidak benar.
Kabar bohong ini secara tegas dibantah langsung oleh Irjen Karyoto.
Ia memastikan bahwa hubungannya dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam kondisi sangat baik dan menepis adanya penolakan jabatan yang merupakan sebuah promosi bagi dirinya.
Narasi yang Beredar
Isu ini pertama kali mencuat dari sebuah akun anonim di media sosial dengan nama pengguna @legsob208.
Akun tersebut menyebarkan narasi bahwa Irjen Karyoto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, merasa kecewa berat.
Baca Juga: Borok Penegak Hukum Dibongkar Mahfud MD: Kapolri dan Jaksa Agung Ogah Satu Ruangan!
Karena tidak mendapatkan posisi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri seperti yang dijanjikan.
Narasi tersebut bahkan menggambarkan seolah-olah Karyoto sampai mengamuk di kantor Kapolri dan mengancam akan mengundurkan diri dari institusi Bhayangkara sebagai bentuk protes atas mutasi dirinya menjadi Kabaharkam.
Cerita yang penuh drama ini dirancang untuk menciptakan citra perpecahan dan konflik di internal petinggi Polri.
Hasil Penelusuran dan Verifikasi
Untuk memverifikasi kebenaran isu ini, tim melakukan penelusuran fakta dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, ditemukan fakta yang berkebalikan dengan narasi yang beredar.
1. Bantahan Langsung dari Irjen Karyoto
Saat dikonfirmasi pada Jumat, 8 Agustus 2025, Irjen Karyoto dengan tegas membantah seluruh isu tersebut.
Ia menyatakan tidak ada penolakan jabatan sama sekali dan menyebut kabar itu sengaja disebar untuk mengadu domba dirinya dengan Kapolri.
"Tidak ada, sama sekali tidak ada, hubungan saya sama pak Kapolri itu sangat bagus," tegas Karyoto.
Ia menyayangkan ulah akun anonim yang menyebarkan fitnah tanpa pertanggungjawaban.
Menurutnya, jabatan sebagai Kabaharkam adalah sebuah amanah dan bentuk kepercayaan dari pimpinan yang ia syukuri.
"Itu akunnya betul-betul ingin seolah-olah mempertentangkan saya dengan Pak Kapolri yang sangat sayang ke saya, saya sangat respek ke beliau. Saya dikasih jabatan itu saya mengucapkan terima kasih," lanjut Karyoto.
Ia pun menutup konfirmasi dengan kalimat singkat yang lugas, "Tidak benar sama sekali."
2. Mutasi adalah Fakta, Penolakan adalah Fiksi
Mutasi Irjen Karyoto adalah bagian dari rotasi jabatan rutin di tubuh Polri yang bersifat resmi dan sah.
Berdasarkan Surat Telegram (STR) Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 tertanggal 5 Agustus 2025, sejumlah perwira tinggi dan menengah mengalami pergeseran posisi.
Dalam telegram yang ditandatangani oleh Asisten SDM Kapolri Irjen Polisi Anwar tersebut, tercatat:
Irjen Polisi Karyoto dipromosikan dari Kapolda Metro Jaya menjadi Kabaharkam Polri.
Posisi Kabaharkam sebelumnya diisi oleh Komjen Polisi Mohammad Fadil Imran, yang kini menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Polri.
Jabatan Kapolda Metro Jaya yang ditinggalkan Karyoto kini diemban oleh Irjen Polisi Asep Edi Suheri, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Bareskrim Polri.
Selain itu, mutasi di lingkungan Polda Metro Jaya juga menyentuh Kabid Humas Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Polisi Djati Wiyoto Abadhy.
Rotasi ini menunjukkan sebuah proses organisasi yang wajar, bukan sebuah keputusan yang diwarnai drama penolakan.
3. Sumber Isu Tidak Kredibel dan Hilang
Sumber awal narasi hoaks ini, akun @legsob208, kini telah lenyap dari jagat maya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh ANTARA, akun dengan nama tersebut sudah tidak dapat diakses, baik di platform media sosial Instagram, TikTok, maupun X (dulu Twitter).
Hilangnya akun penyebar isu ini semakin memperkuat dugaan bahwa informasi yang disebarkan tidak memiliki dasar dan sengaja dibuat untuk menciptakan keonaran.
Kesimpulan
Berdasarkan verifikasi fakta melalui bantahan langsung dari pihak terkait, data resmi dari Surat Telegram Kapolri, dan tidak kredibelnya sumber isu.
Maka dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebut Irjen Karyoto menolak jabatan Kabaharkam, mengamuk, dan mengancam mundur adalah hoaks.
Informasi tersebut masuk dalam kategori konten menyesatkan (misleading content) yang sengaja diciptakan untuk menggiring opini publik dan merusak kepercayaan terhadap institusi Polri.
Masyarakat diimbau untuk selalu kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang berasal dari sumber anonim dan tidak terverifikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget
-
ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK
-
Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh
-
Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina