Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengungkapkan keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong bukan hanya bermotif politik, namun juga didasari oleh kekhawatiran mengenai stabilitas ekonomi nasional.
Refly memberikan analisisnya bahwa keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada Tom Lembong adalah langkah strategis yang didasari oleh pertimbangan untuk mencegah kelumpuhan ekonomi dan menjaga kepercayaan investor internasional.
Kemudian ia menambahkan bahwa pemerintahan baru dihadapkan pada situasi di mana indikator ekonomi Indonesia sedang kacau.
Ia menyoroti angka pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 4,87%, jauh di bawah target yang dicanangkan. Dalam kondisi seperti ini, menjaga arus investasi asing menjadi hal yang sangat krusial.
"Biasanya yang begini-begini kan ditolong oleh investasi," ujar Refly dalam podcast di kanal YouTube-nya, pada Jumat (8/8/2024).
Di sinilah kasus Tom Lembong menjadi inti penting. Sebagai figur yang dikenal di dunia keuangan global, proses hukum yang menimpanya dapat memberikan indikasi negatif ke pasar.
Refly berpendapat bahwa jika kasus ini terus berlanjut dan tersiar luas, investor akan menjadi ragu.
"Mereka akan tahu, 'Waduh, ini enggak ada kepastian di Indonesia ini'," ujarnya, menggambarkan persepsi investor asing.
Kekhawatiran utama, menurut analisis Refly, adalah terjadinya capital flight atau pelarian modal secara besar-besaran. Keluarnya modal dalam jumlah besar dapat memicu krisis seperti nilai tukar rupiah turun.
Baca Juga: Apa Jabatan Terakhir Fachrul Razi Sebelum Jadi Wakil Panglima TNI?
"Dampak internasionalnya jauh lebih kuat." tegas Refly, menyiratkan bahwa kalkulasi Prabowo lebih memprioritaskan stabilitas ekonomi global daripada risiko politik domestik.
Pandangan ini diperkuat dengan argumen Refly bahwa perekonomian nasional sangat bergantung pada segelintir kekuatan besar.
Ia menyebut adanya kekuatan yang menguasai perekonomian, kepercayaan dari kelompok inilah yang coba dijaga oleh Prabowo.
Dengan memberikan abolisi yang menghapuskan tindak pidana kepada Tom Lembong, Presiden Prabowo dinilai sedang mengirim pesan kuat kepada dunia usaha dan investor bahwa pemerintahannya berkomitmen menciptakan kepastian hukum demi menjaga stabilitas ekonomi di masa-masa mendatang.
Reporter : Nur Saylil Inayah
Berita Terkait
-
Mahfud MD Warning Prabowo: Obral Amnesti Ancam Kepercayaan Publik!
-
Live Bareng Anies usai Bebas Penjara, Tom Lembong Curhat Pilek: Belum Penyesuaian Dunia Luar
-
CEK FAKTA: Klaim Jokowi Perintahkan Pembebasan Tom Lembong dan Hasto
-
Korban Politik Era Jokowi Bakal Dapat Amnesti Jilid II dari Prabowo Saat 17 Agustus, Siapa Saja?
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Tiga Korban Tewas Penyerangan Masjid San Diego Selamatkan Nyawa 140 Anak
-
AS Keluar, Rusia Masuk: Intip Pertemuan Xi Jinping dan Putin di Beijing, Terusan Suez Bisa Tak Laku
-
Bicara di Rapat Paripurna DPR, Prabowo Ingatkan Buruh: Jangan Kau Minta Saja Terus
-
Prabowo: kalau Malaysia Bisa Bikin Izin dalam 2 Minggu, Kenapa Kita 2 Tahun? Memalukan!
-
Puan Maharani: APBN 2027 Jangan Hanya Kejar Angka PDB, Tapi Harus Ciptakan Lapangan Kerja
-
Jateng Media Summit 2026: Gubernur Luthfi Dorong Media Lokal Bertransformasi
-
Warga Uganda Dilarang Saling Jabat Tangan, Alasannya Bikin Ngeri
-
Tiap Malam Puluhan Ribu Kapal Berbendera Asing Curi Kekayaan Indonesia, Prabowo Bakal Tindak Tegas
-
Usai Izin Minum Kopi di Paripurna, Prabowo Pakai Kacamata Cek Fraksi Gerindra: Ada yang Tidur Nggak?
-
Puan Maharani: DPR Akan Evaluasi KEM-PPKF RAPBN 2027 yang Dibacakan Prabowo pada 4 Juni