News / Nasional
Jum'at, 08 Agustus 2025 | 18:39 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi pada mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong yang divonis penjara 4,5 tahun. (kolase suara.com)

Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengungkapkan keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong bukan hanya bermotif politik, namun juga didasari oleh kekhawatiran mengenai stabilitas ekonomi nasional.

Refly memberikan analisisnya bahwa keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada Tom Lembong adalah langkah strategis yang didasari oleh pertimbangan untuk mencegah kelumpuhan ekonomi dan menjaga kepercayaan investor internasional.

Kemudian ia menambahkan bahwa pemerintahan baru dihadapkan pada situasi di mana indikator ekonomi Indonesia sedang kacau.

Ia menyoroti angka pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 4,87%, jauh di bawah target yang dicanangkan. Dalam kondisi seperti ini, menjaga arus investasi asing menjadi hal yang sangat krusial.

"Biasanya yang begini-begini kan ditolong oleh investasi," ujar Refly dalam podcast di kanal YouTube-nya, pada Jumat (8/8/2024).

Di sinilah kasus Tom Lembong menjadi inti penting. Sebagai figur yang dikenal di dunia keuangan global, proses hukum yang menimpanya dapat memberikan indikasi negatif ke pasar.

Refly berpendapat bahwa jika kasus ini terus berlanjut dan tersiar luas, investor akan menjadi ragu.

"Mereka akan tahu, 'Waduh, ini enggak ada kepastian di Indonesia ini'," ujarnya, menggambarkan persepsi investor asing.

Kekhawatiran utama, menurut analisis Refly, adalah terjadinya capital flight atau pelarian modal secara besar-besaran. Keluarnya modal dalam jumlah besar dapat memicu krisis seperti nilai tukar rupiah turun.

Baca Juga: Apa Jabatan Terakhir Fachrul Razi Sebelum Jadi Wakil Panglima TNI?

"Dampak internasionalnya jauh lebih kuat." tegas Refly, menyiratkan bahwa kalkulasi Prabowo lebih memprioritaskan stabilitas ekonomi global daripada risiko politik domestik.

Pandangan ini diperkuat dengan argumen Refly bahwa perekonomian nasional sangat bergantung pada segelintir kekuatan besar.

Ia menyebut adanya kekuatan yang menguasai perekonomian, kepercayaan dari kelompok inilah yang coba dijaga oleh Prabowo.

Dengan memberikan abolisi yang menghapuskan tindak pidana kepada Tom Lembong, Presiden Prabowo dinilai sedang mengirim pesan kuat kepada dunia usaha dan investor bahwa pemerintahannya berkomitmen menciptakan kepastian hukum demi menjaga stabilitas ekonomi di masa-masa mendatang.

Reporter : Nur Saylil Inayah

Load More