Suara.com - Borok lama skandal korupsi bantuan sosial (bansos) di Kementerian Sosial kembali dibongkar Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Lembaga antirasuah ini secara resmi membuka penyidikan baru yang kini membidik dugaan permainan kotor dalam proses pengangkutan dan penyaluran bansos beras pada tahun 2020.
Gebrakan ini merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.
KPK menegaskan sudah ada tersangka baru yang ditetapkan, dan kini mulai memanggil saksi-saksi kunci, termasuk nama besar seperti Gary Judianto Tanoesudibjo.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa genderang perang baru ini telah ditabuh sejak awal Agustus 2025. Fokusnya kini bergeser dari pengadaan paket sembako ke proses distribusinya.
“Penyidikan ini sejak Agustus 2025, pengembangan dari perkara bansos di Kemensos sebelumnya,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (13/8/2025).
“Pengadaan penyaluran bantuan sosial beras ini untuk tahun 2020.”
Budi juga memberikan sinyal keras bahwa kasus ini sudah naik kelas dari penyelidikan. Artinya, KPK telah mengantongi bukti yang cukup untuk menjerat para pelaku.
“Dalam penyidikannya, sudah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Budi, meski identitasnya masih dirahasiakan.
Jejak Gary Tanoesudibjo dan Petinggi Logistik
Baca Juga: Hasto PDIP Gugat Pasal Perintangan KPK ke MK, Terkuak Sederet Alasannya!
Untuk memperkuat bukti dan membongkar tuntas jejaring ini, KPK hari ini menggelar pemeriksaan maraton terhadap sejumlah saksi kunci dari pihak swasta yang diduga terlibat dalam proses distribusi.
Nama yang paling menyita perhatian adalah Gary Judianto Tanoesudibjo. Ia dipanggil dalam kapasitasnya sebagai Direktur Business Development PT Storesend Elogistics sekaligus mantan Komisaris di PT Dosni Roha Logistik (PT DNR), perusahaan yang menjadi sorotan dalam kasus ini.
Selain Gary, KPK juga memanggil:
- Herry Tho: Direktur Operasional PT Dosni Roha Logistik (2021-2024)
- Kanisius Jerry Tengker: Direktur Utama PT Dosni Roha Logistik (2018-2022)
- Ibnu Solihin & Fathin Chamama: PNS dari Kementerian Sosial
Pemanggilan para petinggi perusahaan logistik ini mengindikasikan bahwa KPK tengah menelusuri dugaan mark-up biaya, penunjukan perusahaan yang tidak sesuai prosedur, atau praktik lancung lainnya dalam proses penyaluran bantuan untuk rakyat di tengah pandemi.
Kasus ini menjadi bukti bahwa dosa korupsi bansos di era Juliari Batubara masih menyisakan jejak yang panjang. Jika sebelumnya KPK fokus pada suap potongan paket sembako, kini lembaga antirasuah itu membidik mata rantai lain yang tak kalah krusial, yakni proses distribusinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Buntut Penembakan Ibu Hamil, Massa API Demo di Komnas HAM: Hentikan Pembunuhan Rakyat di Papua!
-
Bobby Terima Penghargaan Adinata Syariah, Bukti Sumut Berkontribusi bagi Penguatan Ekonomi Nasional
-
Narendra Modi Tiba di Gedung Parlemen, Siap Berpidato di Hadapan Anggota DPR
-
Gubernur Bobby Nasution akan Bangun SMK Unggulan Pariwisata Berkonsep Boarding School di Samosir
-
Urus Izin KLB Kini Ditargetkan Selesai 15 Hari
-
KPK Sita Land Cruiser Diduga Barang Suap Bupati Kuansing, Pelat Sudah Diganti
-
Mau Masuk Ancol Gratis? Ini Jadwal dan Cara Mendapatkan Tiketnya
-
Disorot Kamera, Gibran Terlibat Obrolan Serius dengan Pimpinan Parlemen Jelang Kedatangan Modi
-
Viral Lokasi Kopdes Merah Putih Tak Strategis, Menkop Ferry Juliantono Janji Evaluasi
-
Prabowo-Gibran Bersiap Sambut Narendra Modi di Gedung Parlemen