Suara.com - Isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di lingkungan militer kembali mengemuka dengan keras seiring kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Analis militer Selamat Ginting secara tegas menyatakan bahwa LGBT adalah ancaman serius yang harus diberantas dari institusi pertahanan negara.
Menurutnya, diperlukan langkah-langkah preventif yang radikal, mulai dari proses rekrutmen hingga perbaikan fasilitas mendasar di barak, untuk membendung apa yang ia sebut sebagai "salah satu musuh negara".
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap dinamika internal di tubuh TNI. Selamat Ginting menekankan bahwa tidak ada ruang toleransi bagi prajurit dengan orientasi LGBT, dan penyaringan harus dilakukan sejak pintu masuk pendidikan militer.
"Karena itu menurut saya di dalam penerimaan tentara nantinya faktor kemungkinan LGBT itu harus ada seleksi yang ketat. Kemungkinan-kemungkinan seperti itu. Itu di Indonesia dilarang. Sangat dilarang," ujar Ginting dikutip dari Youtube Forum Keadilan TV.
Sikap tegas ini didasarkan pada pandangan bahwa keberadaan LGBT dapat mengganggu soliditas, disiplin, dan efektivitas prajurit, terutama saat menjalankan tugas berat yang menuntut ketahanan mental dan fisik.
Kebutuhan Biologis di Medan Operasi Jadi Celah
Salah satu argumen utama yang dikemukakan Ginting adalah kerentanan prajurit saat berada dalam tugas operasi jangka panjang. Terisolasi dari keluarga, termasuk istri, selama berbulan-bulan bahkan lebih dari setahun, dapat menciptakan kekosongan yang berisiko memicu penyimpangan perilaku seksual.
"Misalnya mereka dalam tugas operasi bisa 1 tahun, bisa 1 tahun lebih. Artinya dia harus meninggalkan anak dan istrinya. Sementara kebutuhannya, kebutuhan biologisnya seperti apa. Itu kan juga harus dipikirkan," paparnya.
Baca Juga: Soroti Isu LGBT di TNI, Analis Tegas: Hilangkan Praktik 'Mandi Bersama' di Satuan
Ginting mempertanyakan solusi yang disiapkan oleh institusi untuk mengatasi kebutuhan manusiawi ini secara sehat dan benar. Tanpa adanya jalan keluar yang terkelola, ia khawatir para prajurit akan mencari pelampiasan yang salah, termasuk ke sesama jenis.
"Apa boleh selama itu, bagaimana penanganannya apabila ada kebutuhan-kebutuhan biologis seperti itu, bagaimana solusinya? Jangan sampai nantinya malah terjadi kasus LGBT," tegasnya.
Ia juga merujuk pada kasus-kasus di militer negara lain, seperti Amerika Serikat, sebagai bukti bahwa isu ini nyata dan sering berujung pada pemecatan.
"Karena banyak di beberapa negara di Amerika juga kan. Pemecatan-pemecatan termasuk tentara wanita, tentara laki-laki juga gitu," ujar dia.
Puncak dari argumentasinya adalah pelabelan LGBT sebagai ancaman setara musuh negara yang harus dimusnahkan. Ini menandakan betapa seriusnya ia memandang isu tersebut dari perspektif pertahanan dan ideologi bangsa.
"Karena itu pelajaran bagi kita memang LGBT itu adalah salah satu musuh negara yang harus dienyahkan," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Soroti Isu LGBT di TNI, Analis Tegas: Hilangkan Praktik 'Mandi Bersama' di Satuan
-
Ditanya Perwira TNI Lulusan S3 Soal Geopolitik, Gibran Malah Minta Pihak Lain yang Jawab
-
Kekerasan di Tubuh TNI: Analis Soroti Pelaku Gen Z yang Bawa Mental Tawuran dari Bangku SMA
-
5400 Telur Penyu Diselundupkan: Jejak Digital Ungkap Kongkalikong Sipil-TNI di Kalbar
-
Merah Putih Berkibar di Kedalaman Laut Aceh: Upacara HUT ke-80 RI yang Bikin Merinding
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
3 Zodiak Paling Beruntung 17-23 Agustus 2026, Rezeki dan Asmara Lancar
-
Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Rumah hingga Bandara dan Pelabuhan Rusak
-
Hempas Kerutan Dahi Tanpa Botox! Spesialis Akupuntur Bongkar Teknik Pijat agar Wajah Awet Muda
-
Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Baru, dari Lomba Panjat Pinang hingga Menjelajahi Indonesia
-
Ketua DPRD dan Sekda Kuansing Dicecar KPK Soal Pengembalian Amplop Raja Juli
-
Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga
-
Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi